Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Usai Adanya Kasus Bullying di SMAN 2 Bantul, Sarang Lidi Desak Perombakan Sistem

Cintia Yuliani • Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB
Siswa SMAN 2 Bantul saat berkegiatan di halaman sekolah Senin (22/6). (Cintia Yuliani/Radar Purworejo)
Siswa SMAN 2 Bantul saat berkegiatan di halaman sekolah Senin (22/6). (Cintia Yuliani/Radar Purworejo)

BANTUL - Kasus perundungan yang dialami alumni SMAN 2 Bantul mendapat respons dari berbagai kalangan. Bahkan, orang tua dari pemilik akun Threads gh05tx0 telah dihubungi oleh bupati Bantul dan anggota Komisi D DPRD Bantul. 

"Dia (orang tua korban meminta, Red) tuntutannya harus diselesaikan secara tuntas dan penyelesaian masalah tidak hanya anaknya saja, tetapi korban lain juga harus diselesaikan," beber Ketua LSM Persatuan Orang Tua Peduli Pendidikan (Sarang Lidi) DIY Yuliani Putri Sunardi Senin (22/6). 

 Baca Juga: Bantu Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera, LPS Salurkan Bantuan UKT Rp1,2 Miliar ke UGM

Menurutnya, sistem pendidikan di SMAN 2 Bantul saat ini sudah tidak bisa direformasi. Sistem yang sudah ada, seharusnya direvolusi. Hal ini dilakukan untuk melindungi siswa dan mencegah kasus serupa terjadi kembali. 

Kini, lembaganya akan membersamai korban untuk mendapatkan perawatan yang lebih mumpuni. Sebab pengobatan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu, tak kunjung menemui perubahan. "Aku tidak mau dia ketergantungan obat, seumur hidup minum obat," harapnya.

 Baca Juga: Polda Metro Jaya Pastikan Pelimpahan Berkas Perkara Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah ke Kejari Jaksel

Dia pun memastikan, akan terus mengawal kasus ini. Mengingat sudah ada beberapa korban bullying lain yang melapor ke Sarang Lidi. 

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap, kasus ini menjadi peristiwa bullying terakhir di Bumi Projotamansari. "Bagi kita peristiwa ini harus menjadi peristiwa yang terakhir," tegasnya.

Saat ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul serta Balai Pendidikan Menengah Bantul juga telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menegaskan, sekolah harus menjadi lingkungan yang ramah bagi siswa maupun guru. "Semuanya komite (sekolah, Red) semuanya harus mendukung sekolah ramah anak," lontarnya. 

 Baca Juga: Sukses Digelar, Roadshow "Honda It's Time to School" Bangkitkan Semangat Kreativitas Pelajar di Yogyakarta

Sementara itu, Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 2 Bantul Husna Nisrina memastikan, sekolah mengikuti proses penanganan kasus yang saat ini ditangani oleh DP3APPKB Bantul. "Kami mengikuti proses DP3APPKB karena memang sudah dilaporkan dan sekarang pihak berwenang melakukan prosesnya, jadi kami mengikuti kooperatif," jelasnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#sman 2 bantul #threads #sarang lidi #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih #bullying