Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Program MBG Gunungkidul Dihentikan Sementara 21 Hari, Menyesuaikan Libur Sekolah

Yusuf Bastiar • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:09 WIB
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Pendistribusian MBG di salah satu sekolah di area Wonosari Gunungkidul beberapa waktu lalu.
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Pendistribusian MBG di salah satu sekolah di area Wonosari Gunungkidul beberapa waktu lalu.

GUNUNGKIDUL - Program makan bergizi gratis (MBG) di Gunungkidul dihentikan sementara selama 21 hari, mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. 

Akibatnya, sekitar 159.300 penerima manfaat tidak menerima layanan MBG, meski hingga awal Juni sebanyak 76 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah beroperasi di wilayah tersebut.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Gunungkidul M Johan Wijayanto mengatakan, penghentian sementara operasional MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat yang berkaitan dengan penyesuaian operasional pada masa libur sekolah.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,6 di Tenggara Pacitan Jawa Timur Terasa hingga ke Jogja, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

"Iya, untuk MBG berhenti sementara. Penghentian sesuai Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional SPPG pada periode hari libur," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (28/6/2026).

Johan menjelaskan, penghentian dilakukan sekitar sepekan sebelum masa libur sekolah dimulai. Libur sekolah dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.

Sedangkan kegiatan belajar mengajar kembali dimulai pada 13 Juli mendatang. Ia menjelaskan, sejak 4 Juni 2026 terdapat 76 SPPG yang telah beroperasi di Gunungkidul.

Baca Juga: Pastikan Bebas Rabies dan Penyakit Lain, Anjing-Anjing  Militer di Sukoharjo Diperiksa Kesehatannya

Seluruhnya melayani sekitar 159.300 penerima manfaat yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Kendati demikian, persebaran SPPG di Gunungkidul hingga kini belum sepenuhnya merata. Pemerintah daerah juga masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait pengembangan maupun operasional SPPG berikutnya.

"Kami tetap sesuai kewenangan. Untuk operasional SPPG, kami menunggu instruksi dari pemerintah pusat," katanya.

Baca Juga: Hanya Sewa 5 Hari Pakai Uang Pribadi, Wali Kota Solo Respati Ardi Turunkan Baliho Ucapan Ultah Jokowi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengaku, hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara program MBG.

Meski begitu, program MBG dijadwalkan kembali berjalan bersamaan dengan hari pertama masuk sekolah pada 13 Juli 2026. 

Di sisi lain, penghentian sementara operasional juga dimanfaatkan pengelola SPPG untuk melakukan penyesuaian administrasi. 

“Kami belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi,” tambahnya.

Baca Juga: Spanduk Aksi Mahasiswa Disebut Sampah, Warek UNY: Material Teatrikal Mengotori Lantai

Terpisah, Mitra SPPG Playen 1 Hari Pranowo mengatakan, selama masa penghentian layanan, kepala SPPG bersama tenaga ahli gizi tetap bekerja menyelesaikan administrasi dan menyesuaikan ketentuan sesuai regulasi terbaru.

Pun selama masa penghentian sementara, para karyawan yang diliburkan tidak menerima upah karena tidak ada aktivitas produksi maupun distribusi makanan bergizi.

"Selama operasional berhenti, kepala SPPG dan tenaga ahli gizi tetap menyelesaikan administrasi. Karyawan yang lain libur, hanya petugas jaga malam yang tetap bertugas," imbuhnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#76 SPPG #libur sekolah #dihentikan sementara #Gunungkidul #program mbg