Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

SDN Kokap Digelontor Rp 2,1 M untuk Relokasi karena Terdampak Longsor, Pembangunan Ruang Kelas Ditarget Selesai Oktober

Anom Bagaskoro • Selasa, 30 Juni 2026 | 20:16 WIB
REVITALISASI: Pekerja pembangunan SDN Kokap memasang genting tanah liat dengan presisi menghindari kebocoran. Pembuatan talut baru pun dilakukan untuk mengantisipasi tanah longsor. (ANOM BAGASKORO/RADAR PURWOREJO)
REVITALISASI: Pekerja pembangunan SDN Kokap memasang genting tanah liat dengan presisi menghindari kebocoran. Pembuatan talut baru pun dilakukan untuk mengantisipasi tanah longsor. (ANOM BAGASKORO/RADAR PURWOREJO)

KULON PROGO – Program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai dirasakan manfaatnya di SDN Kokap, Kulon Progo. Sekolah yang rusak parah akibat longsor pada awal 2026, kini mendapat bantuan APBN untuk merelokasi sekaligus membangun gedung baru di lokasi yang lebih aman.

Kepala Sekolah SDN Kokap Surohim menjelaskan, pihaknya menerima bantuan dari kementerian untuk merelokasi sekolah lama ke sekolah baru. Sebab di awal tahun ini, talut sekolah longsor dan mengakibatkan bangunan ikut ambles. "Tahun ini kami langsung menerima bantuan senilai Rp 2,1 miliar untuk pembangunan relokasi," ucap Surohim Selasa (30/6).

Baca Juga: Memahami Perbedaan Operasi Katarak Biasa dan Laser Catalys

Bantuan yang dikelola oleh sekolah ini langsung digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas sejak 2 Juni. Pembangunan lima ruang kelas lain turut dilakukan. Langkah ini dilakukan berdasarkan kajian dari Universitas Gadjah Mada yang memperingatkan potensi longsor di lokasi sekolah lama.

Surohim menyebut, lokasi SDN Kokap yang baru terletak sekitar 500 meter dari bangunan lama. Lokasi baru berada di tanah kas desa, Padukuhan Tejogan, Kalurahan Hargorejo. Lokasi tersebut sebelumnya merupakan bekas unit 2 SDN Kokap yang telah lama tak digunakan. Atas pertimbangan keselamatan siswa, lokasi itu dinilai lebih cocok untuk dibangun sekolah baru. "Targetnya selesai 29 Oktober, kami pastikan pembangunan sekolah berkualitas karena akan kami gunakan sendiri," ucapnya.

Baca Juga: Minibus Wisatawan Terbakar di Tol Solo-Ngawi Sragen, Bawa 11 Penumpang

Surohim menjelaskan, selama pembangunan aktivitas belajar mengajar akan bertahan di bangunan lama. Pihaknya berharap cuaca selama pembangunan tetap cerah. Mengingat potensi longsor di bangunan lama dapat terjadi apabila hujan tiba. Pihaknya baru akan memindahkan pembelajaran pada November 2026 mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana PAUD, Pendidikan Non Formal, SD dan SMP Disdikpora Kulon Progo Wuriandreza Gigih Muktitama membenarkan, sejumlah sekolah menerima bantuan revitalisasi. Salah satunya, revitalisasi di SDN Kokap yang masuk kategori revitalisasi kebencanaan. "Revit kebencanaan untuk perbaikan sekolah yang terdampak bencana, Kulon Progo dapat satu itu bareng dengan bencana Aceh," ungkapnya. (gas/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#kemendisdakmen #longsor #SDN Kokap #revitalisasi