Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Cegah Konsumsif, Penerima Uang Ganti Rugi Tol Jogja-YIA Bakal Dapat Literasi Keuangan

Anom Bagaskoro • Senin, 6 Juli 2026 | 20:42 WIB
SIMBOLIS: Penerima ganti untung yang terdampak Tol Jogja-YIA di Donomulyo saat melakukan pencairan Jumat (27/2).
SIMBOLIS: Penerima ganti untung yang terdampak Tol Jogja-YIA di Donomulyo saat melakukan pencairan Jumat (27/2).

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo merencanakan sosialisasi literasi keuangan dengan target penerima uang ganti rugi (UGR) Tol Jogja-YIA. Ini dilakukan untuk memastikan UGR digunakan sebaik mungkin dan menghindari tindakan konsumtif.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kulon Progo Ari Fitriani mengatakan, literasi ini penting dilakukan. Menyusul masih banyak warga terdampak pembangunan tol yang belum memiliki pemahaman terkait investasi.

"September nanti kami menggelar literasi keuangan untuk masyarakat luas," ungkapnya Senin (6/7/2026).

Baca Juga: PT Astra International Tbk Ajak Anak Muda Jadi Inisiator Perubahan melalui 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Young On Top National Conference

Ari  menjelaskan, sejauh ini, penerima UGR tol memiliki kecenderungan konsumtif. Padahal paling utama, penerima UGR harus melakukan penggantian aset terdampak pembangunan.

Setelah prioritas telah dilakukan, warga terdampak idealnya melakukan investasi. Investasi dapat berupa pengembangan usaha hingga investasi jangka panjang serta pendek.

Literasi keuangan khusus penerima UGR tak mudah dilakukan. Pasalnya, pemateri yang berasal dari Bursa Efek Indonesia hingga OJK perlu menyesuaikan jadwal sesuai pencairan ganti rugi per kalurahan.

Baca Juga: Bukan Cuma Pasir Hitam, Ini Alasan Pantai Dewaruci Jatimalang Layak Dikunjungi 

Adapaun, sosialisasi literasi keuangan ini sejauh ini telah digencarkan. Dengan diawali untuk kalangan aparatur sipil negara (ASN) sejak 2026 ini. "Sudah dilaksanakan untuk ASN dan terakhir kali untuk guru," jelasnya.

Menurutnya, literasi keuangan idealnya tersampaikan ke masyarakat luas. Khusus untuk kalangan guru hingga ASN, literasi berfokus ke pemanfaatan gaji hingga uang pensiun.

Literasi keuangan bertitik pada peningkatan kemampuan memanfaatkan aset yang ada.

ASN dan guru di Bumi Binangun diarahkan agar mempersiapkan masa pensiun. Selama masa pensiun, penghasilan mereka akan menurun. Sehingga, dibutuhkan penghasilan tambahan yang telah dipersiapkan saat masa produktif.

Baca Juga: Mengenal Mie Kuthel Suci Sotang, Sajian Andalan yang Lengkapi Wisata Waduk Sempor Yang Kerap Dikunjungi Pejabat

Terlebih, kebanyakan ASN hingga guru di Kulon Progo belum memiliki pandangan untuk berinvestasi. Hanya segelintir orang yang melakukan investasi berupa emas batangan. Dengan literasi keuangan, ASN dan guru diimbau melakukan investasi.

"Minimal emas untuk mempertahankan nilai," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono mendukung kegiatan literasi keuangan. Banyak masyarakat masih awam dengan investasi. Di samping itu, mulai bermunculan penipuan investasi. Sehingga, perlu pemahaman investasi yang aman dan tak merugikan.

"Sangat penting, karena memberikan tambahan pemahaman," ungkapnya. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Konsumsif #penerima UGR #uang ganti rugi #literasi keuangan #Tol Jogja-YIA