Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

45 Tahun Jual Menu Nonhalal, Tongseng Mbah Sis Mulai dari Nol, Pelanggan Hilang tapi Jiwa Lebih Tenang

Iwan Nurwanto • Selasa, 7 Juli 2026 | 22:00 WIB
HIJRAH: Maryati sebagai penerus Warung Tongseng Mbah Sis yang beralamat di Jalan Dr Amri Yahya, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Jogja tak lagi menjual kuliner nonhalal. (IWAN NURWANTO/RADAR PURWOREJO)
HIJRAH: Maryati sebagai penerus Warung Tongseng Mbah Sis yang beralamat di Jalan Dr Amri Yahya, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Jogja tak lagi menjual kuliner nonhalal. (IWAN NURWANTO/RADAR PURWOREJO)

JOGJA - Hampir 50 tahun Warung Tongseng Mbah Sis dikenal dengan menu nonhalal. Kini, aroma yang mengepul dari dapurnya tetap mengundang selera. Tetapi isi piring yang tersaji telah berubah.

Aroma gurih khas rempah langsung menyambar hidung kala kuah tongseng dipanaskan. Menunggu kuah mendidih, Maryati tampak cekatan meracik sayuran di atas piring. Namun kali ini, bukan daging anjing yang menjadi pelengkap untuk menghabiskan sepiring nasi putih hangat. Hanya ada daging ayam maupun sapi.

Ya, keputusan hijrah yang diambil usai pandemi Covid-19 memang membuat pelanggan lama pergi. Namun bagi keluarga Mbah Sis, ketenangan hati menjadi rezeki terbesar.

Baca Juga: Semarak Puncak Perayaan HUT ke-61, Telkom Hadirkan Gerakan Digital bagi UMKM hingga Kompetisi AI untuk Kreator Lokal

Titik baliknya adalah saat Mbah Sis sakit keras dan kritis dalam perawatan di RSUP Dr Sardjito 2019 silam. Ajaibnya, ibu dari Maryati ini dinyatakan sembuh.

Peristiwa yang nyaris merenggut nyawa itu membekas begitu dalam. Ada rasa syukur luar biasa, sekaligus sebuah tamparan spiritual yang menyadarkan mereka untuk segera berbalik arah.

“Gusti Allah sudah memberi kesempatan kedua untuk ibu. Kami merasa ini saatnya untuk berubah pikiran, hidup lebih baik menurut ajaran agama,” ujar putri kedua Mbah Sis ini sambil menangis Selasa (7/7).

Baca Juga: Ghaza PTDI-STTD Dicoret dari Clash of Champions Season 3, Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Selama warung di Jalan Dr Amri Yahya, Pakuncen, Wirobrajan ini tutup, fokus keluarga adalah pemulihan sang ibu dan dan menjalani pertobatan dengan berangkat umrah. Warung kemudian buka kembali pada 2021. Dengan wajah dan prinsip yang sepenuhnya baru. 

Segala peralatan memasak dirombak total dan diganti baru demi menjamin kehalalan. Menu ekstrem yang telah menghidupi keluarga sejak 1977 ini resmi dihapus. 

Namun memilih jalan hijrah nyatanya tak pernah instan. Maryati mengaku kondisi ekonominya sempat merosot tajam. Pelanggan lama yang terbiasa dengan menu sebelumnya, seketika hilang.

 

Tak jarang, dia juga menerima rentetan komplain.  Meski begitu, pukulan ekonomi tidak menggoyahkan niatnya. Baginya, ketenangan batin sang ibu dan keluarga jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar materi.

 

"Saya jualan ini seperti babat alas lagi dari nol. Awal-awal ganti itu jualan pertama nggak laku, cuma keluar beberapa piring saja," kenang Maryati.

 

Pelan tapi pasti, warung tongseng ayam dan sapi milik Mbah Sis mulai merangkak naik dan menemukan pasarnya sendiri. Berkat racikan bumbu warisan yang dipertahankan, kelezatan tongseng legendaris itu mulai memikat hati pelanggan baru.

 

Meskipun sampai saat ini masih banyak yang mencari menu lama, Maryati selalu menjelaskan perubahan tersebut dengan senyuman. Menurutnya, mengelola warung milik ibunya bukan lagi tentang seberapa banyak puluhan kilogram daging yang bisa dihabiskan dalam semalam. Namun tentang menjaga sebuah komitmen.

 

“Urusan rezeki itu sudah diatur sama Gusti Allah. Yang penting sekarang, jualan jadi jauh lebih tenang,” sebut wanita 48 tahun ini. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Warung Tongseng Mbah Sis #maryati #Kota Jogja #tongseng