Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Orang Tua Nilai Penyambutan Presiden oleh Siswa Tak Punya Urgensi

Delima Purnamasari • Rabu, 8 Juli 2026 | 20:18 WIB
KUNJUNGAN KENEGARAAN: Rombongan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut oleh para siswa saat tiba di kawasan Pangkalan TNI AU Adisucipto Rabu (8/7). (Delima Purnamasari/Radar Purworejo)
KUNJUNGAN KENEGARAAN: Rombongan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut oleh para siswa saat tiba di kawasan Pangkalan TNI AU Adisucipto Rabu (8/7). (Delima Purnamasari/Radar Purworejo)

SLEMAN - Tidak semua orang tua (ortu) mengizinkan anaknya mengikuti penyambutan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di kawasan Candi Prambanan Rabu (8/7). Mereka menilai pelibatan siswa dalam seremoni kenegaraan bukan kebutuhan mendesak dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta keselamatan anak.

Pantauan Radar Purworejo, siswa yang bertugas saat penyambutan hanya untuk melambaikan bendera Indonesia dan India di jalan yang dilewati oleh rombongan. Mereka sudah hadir sejak pukul 09.00 menggunakan pakaian adat Jogjakarta. Namun mobil Maung yang ditumpangi Prabowo mulai keluar Pangkalan TNI AU Adisucipto sekitar pukul 11.27. Prabowo tampak keluar dari atap mobil untuk melambaikan tangan pada para siswa yang telah berjejer membawa bendera Indonesia dan India.

Baca Juga: Ayat 1000 Dinar: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya dalam Islam

Sementara rombongan dari India menggunakan mobil terpisah dan mengikuti di belakangnya. Seluruh rombongan selesai lewat dari Pangkalan TNI AU Adisucipto hanya sekitar lima menit dan setelah itu para siswa langsung membubarkan diri. 

"Libur atau tidak libur, bukan hal yang penting menyuruh atau meminta anak (siswa, Red) menyambut pejabat negara," kata Sari, salah satu orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti penyambutan Rabu (8/7).

Menurut Sari, agenda penyambutan ini tidak esensial. Para siswa harus menunggu di bawah panas terik matahari selama berjam-jam. Mereka hanya berdiri menunggu di pinggir jalan raya yang sangat ramai kendaraan dan berisiko membahayakan keselamatan anak-anak.

Baca Juga: Jalan Hibah Hj. Siti Sudar Diresmikan, Momen Bupati Kebumen Potong Pita Tuai Sorotan Warganet

"Apakah kegiatan kunjungan ini berkaitan dengan program kerja sama untuk anak-anak? Kok sampai anak-anak dilibatkan dalam penyambutannya," lontarnya. 

Dia menilai, tidak ada urgensinya melibatkan anak-anak dalam agenda seremoni semacam ini. Apabila tujuannya untuk menghormati kepala negara lain, semestinya anak-anak ditempatkan secara lebih terhormat. Misalnya, dengan memberikan mereka ruang untuk tampil menunjukkan kepiawaian seni atau justru diberi kesempatan berdialog langsung.

"Jadi bukan dengan memajang anak-anak di pinggir jalan untuk melambaikan bendera," tegasnya. 

Sebelumnya, informasi terkait penyambutan yang melibatkan siswa diperolehnya pada Selasa (7/7) lewat grup WhatsApp. Tepat sehari sebelum agenda diselenggarakan. Informasi yang diberikan juga kurang detail karena sekadar meminta izin pada wali murid agar putra-putrinya bisa berkumpul pukul 08.30. Menurut Sari, tidak hanya anaknya yang tak ikut andil. Banyak wali murid lain yang menyatakan berhalangan atas permohonan tersebut, dengan alasan masih ada agenda keluarga. 

Baca Juga: 45 Tahun Jual Menu Nonhalal, Tongseng Mbah Sis Mulai dari Nol, Pelanggan Hilang tapi Jiwa Lebih Tenang

Jika menelisik ke belakang, sebenarnya Prabowo sempat memberi arahan agar anak sekolah tidak lagi menyambutnya di pinggir jalan. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja untuk meresmikan Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kulon Progo pada 19 November 2025.

 

Saat itu, Prabowo mengatakan, lebih baik para siswa melihat kedatangannya lewat televisi. Dia merasa kasihan karena anak-anak harus menunggu lama dan berpanas-panasan. "Kalau saya kunjungan kerja mohon anak-anak sekolah tidak perlu menyambut saya di pinggir jalan. Biarlah mereka di sekolah masing-masing," kata Prabowo kala itu.

 

Sementara itu, salah satu guru SMP Negeri 3 Depok Abdul Aziz Gumilang bercerita, ada seratus siswa di sekolahnya yang disiapkan untuk melakukan penyambutan ini. Mereka adalah siswa kelas delapan dan sembilan yang sudah dinyatakan naik kelas. Sementara untuk guru yang mendampingi ada empat orang. 

Dia mengakui bahwa saat ini siswa sedang dalam masa liburan sehingga proses penyampaian informasi dan mobilisasi siswa jadi tantangan tersendiri. "Kami perlu berulang kali mem-follow up informasi yang telah disampaikan oleh sekolah, menyampaikan kepada beberapa anak yang ditunjuk oleh sekolah untuk bergabung," katanya ditemui di lokasi Rabu (8/7). 

Aziz bercerita, para guru harus rutin menghubungi setiap satu jam sekali melalui grup WhatsApp dengan para siswa dan wali kelas. Termasuk untuk memastikan bahwa penyambutan ini harus mengenakan pakaian adat Jogjakarta yang biasa mereka kenakan saat Kamis Pon. 

 Baca Juga: Jalan Hibah Hj. Siti Sudar Diresmikan, Momen Bupati Kebumen Potong Pita Tuai Sorotan Warganet

Dia menyebut, agenda ini sifatnya sukarela dan tidak ada paksakan. Hanya saja, dia menilai bahwa para siswa merasa antusias karena saat informasi disampaikan, sebagian langsung menyiapkan bendera Indonesia dan India. Ada yang mencetak hingga membuatnya secara mandiri menggunakan kertas origami. Namun ternyata, bendera dua negara tersebut sudah disediakan dari dinas. 

"Instruksi dari dinas itu untuk menyambut dengan riang dan gembira. Jadi menunjukkan warga dari Jogja itu sangat welcome," tambahnya. 

Para siswanya ini diminta sudah siap di lokasi sejak pukul 09.30. Menurut Aziz, siswa memang diminta untuk datang secara mandiri. 

Saat disinggung soal adanya pengganti uang transportasi, dia belum bisa memastikan. Namun sudah ada makanan ringan dan minuman yang dibagikan pada para siswa sejak pagi hari. "Kami juga diminta untuk menandatangani SPJ, anak-anak juga ikut serta dalam tanda tangan," bebernya. 

 

Menurut Aziz, sekolahnya hanya diminta untuk menyambut pada sesi kedatangan saja. Sementara untuk sesi kepulangan, akan digilir dari siswa sekolah lain. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#penyambutan #Presiden RI Prabowo Subianto #orang tua (ortu) #siswa #anak