GUNUNGKIDUL - Sebanyak 1.588 perempuan serempak menggerakkan tubuh mengikuti irama Senam Kreasi Topeng Penthul Tembem di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran Jumat (10/7). Aksi kolosal yang yang melibatkan anggota Perwosi, Polwan, hingga anggota komunitas ini mengantarkan Kabupaten Gunungkidul meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pelaksanaan Senam Kreasi Topeng Penthul Tembem merupakan bagian dari strategi pengembangan sport tourism yang dipadukan dengan pelestarian budaya lokal. "Senam kreasi ini merupakan wujud nyata strategi sport tourism yang sedang kami kembangkan di Gunungkidul," ujarnya Jumat (10/7).
Baca Juga: Perintah Jampidsus Kejagung RI, Kejati DIY Selesaikan Puldata SPPG di Wilayahnya
Menurut Endah, kegiatan tersebut juga menjadi upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan Topeng Penthul Tembem yang selama ini menjadi salah satu kerajinan khas Gunungkidul. Hal ini turut dibuktikan dengan surat pencatatan ciptaan Topeng Penthul Tembem dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY yang diterima Pemkab Gunungkidul. Sebagai bentuk perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap warisan budaya daerah. “Kalau tidak kita jaga, lama-kelamaan bisa punah,” sebutnya.
Baca Juga: Info Ala Honda Istimewa, Cegah Kerak Karbon Pada Motor Menggunakan Carbon Cleaner Honda
Terlebih, lanjut Endah, selama ini perajin di Gunungkidul menjadi pemasok topeng untuk berbagai toko cendera mata di Jogjakarta.
Sementara itu, Senior Representatif MURI Ari Andriani menyebut, pelaksanaan senam dinilai memenuhi seluruh indikator penilaian untuk mendapatkan MURI. "Gerakannya dilakukan dengan sangat rapi, kompak, dan memiliki harmonisasi yang luar biasa," katanya. (cr1/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova