JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah membahas penataan kawasan permukiman di Jogja Selasa (14/7). Muncul peluang pengembangan kantong-kantong hunian baru yang tetap selaras dengan karakter Jogjakarta sebagai Kota Budaya.
Namun HB X menyebut, pembahasan ini masih di tahap pertukaran gagasan. Berbagai kemungkinan desain dan konsep pembangunan akan dibahas lebih lanjut setelah dilakukan peninjauan lokasi secara langsung.
"Nanti kalau melihat lokasi dan sebagainya akan tumbuh pikiran-pikiran lebih luas lagi, bagaimana kemungkinan-kemungkinannya," ujar HB X saat ditemui wartawan Selasa (14/7).
Menurutnya, sejumlah aspek teknis juga belum diputuskan. Termasuk konsep bangunan yang akan diterapkan pada kawasan permukiman baru tersebut. Salah satunya mengenai penggunaan lift yang akan berpengaruh terhadap jumlah lantai bangunan. "Kalau pakai lift bisa lebih tinggi. Kalau tidak ya kemungkinan maksimal tiga lantai,” bebernya.
Oleh karena itu, HB X menyebut, peninjauan lapangan diperlukan agar konsep yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi kawasan. Karena itu, ia meminta agar lokasi-lokasi yang berpotensi dikembangkan terlebih dahulu dikunjungi bersama. Sebelum pembahasan masuk ke tahap perencanaan teknis.
Sementara itu, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah mengatakan, pemerintah pusat tengah menyiapkan program besar untuk memodernisasi kawasan permukiman di berbagai kota melalui pembangunan kantong-kantong hunian baru. Program tersebut, kata dia, menjadi bagian dari target pembangunan tiga juta rumah sekaligus Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan pemerintah.
Menurut Fahri, diskusi bersama HB X berlangsung cukup panjang karena banyak membahas filosofi penataan kota hingga persoalan teknis di lapangan. Bahkan, HB X turut memberikan sejumlah masukan mengenai lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan permukiman baru.
"Kami juga membahas penataan kawasan pesisir, bantaran sungai, hingga bagaimana menyediakan hunian yang layak namun tetap terjangkau bagi masyarakat," ungkapnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova