JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja memastikan masyarakat bisa mengisi mandiri formulir sensus ekonomi jika merasa tidak nyaman saat diwawancara petugas. Prosedurnya dilakukan dengan penggunaan link khusus computer-assisted web interviewing (CAWI).
Kepala BPS Kota Jogja Joko Prayitno mengatakan, link khusus sensus ekonomi tersebut bisa dimintakan kepada petugas saat melakukan sensus door to door. Pengisian mandiri kuisioner sensus ekonomi itu sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak nyaman dengan model wawancara atau perlu menjaga privasi usahanya. “Misal mau menyampaikan informasi tentang kondisi rumah dan pekerjaannya, malu. Itu boleh mengisi mandiri,” ujar Joko saat ditemui di Balai Kota Jogja Selasa (14/7).
Pengisian kuisioner sensus ekonomi mandiri itu juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang selalu sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memiliki waktu berhadapan dengan petugas. Sehingga pengisian kuisioner bisa dilakukan pada waktu luang. Untuk bisa mengisi kuisioner secara mandiri, masyarakat hanya perlu memiliki alamat email.
Sampai pertengahan bulan ini, lanjutnya, capaian sensus ekonimi telah menyentuh 46 persen. Dari sasaran 2.674 satuan lingkungan setempat (SLS) dan sub-SLS atau pembagian wilayah petugas sensus.
Joko mengklaim, sepanjang perjalanan sensus ekonomi pihaknya belum menghadapi penolakan dari masyarakat. Dia berharap masyarakat tidak menolak kehadiran petugas meskipun berhak. Sebab tujuan dari sensus ekonomi untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat secara real sebagai dasar acuan kebijakan pemerintah kedepannya.
Baca Juga: BUBK Kebumen Dapat Sorotan Komisi IV DPR RI, Pengembangan Tambak Udang Modern Dinilai Menjanjikan
Menurutnya, semua informasi usaha yang dikumpulkan dalam sensus ekonomi juga akan dikategorikan dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Pendataan usaha yang jujur dinilai sangat penting agar pemerintah dapat memetakan potensi ekonomi daerah secara akurat.
“Kalau punya usaha yang sekecil apa pun, mohon diinformasikan. Ini tidak ada kaitannya dengan pajak,” tegas Joko.
Salah satu pemilik usaha warung rames di Kemantren Wirobrajan Sudaryanti menilai, pengisian secara mandiri sensus ekonomi menurutnya lebih nyaman. Lantaran data pendapatan usaha cukup sensitif disampaikan kepada orang lain.
Sudaryanti mengaku, dirinya kemungkinan akan memanfaatkan fitur pengisian mandiri sensus ekonomi tersebut jika memungkinkan. “Kalau tahu bisa diisi sendiri, ya paling saya mandiri saja, lebih enak sepertinya,” katanya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova