BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memindahkan rute jip yang melewati zona inti Gumuk Pasir Parangtritis ke zona penyangga mulai Senin (20/7). Penataan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian zona inti gumuk pasir.
Pengelola jasa jip di Gumuk Pasir Parangtritis Rahmad Asad Sodikhin mengatakan, rute jip yang baru akan dimulai dari basecamp jip masing-masing pengelola. Kemudian melintasi jalan aspal ke arah barat. Setelah sampai di depan Pantai Tall Wolu, jip berbelok ke kanan atau ke arah utara untuk masuk di pinggir zona inti gumuk pasir sampai ke Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Lalu jip akan kembali melalui jalan aspal yang sebelumnya dilewati, selanjutnya jip akan menuju kawasan Pantai Widuri hingga Pantai Parangtritis.
Baca Juga: Medan Naik Turun Tak Surutkan Semangat Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo
"Dulu dari bascampe langsung masuk ke gumuk pasir, keluarnya depan Pantai Tall Wolu langsung lewat Pantai Cemara Sewu," bebernya Jumat (17/7).
Namun, saat ini yang masih dapat dilewati hanya kawasan Pantai Widuri hingga Pantai Parangtritis. Sementara Pantai Cemara Sewu hingga Pelangi tidak lagi dapat dilewati karena termasuk zona inti.
"Istilahnya anginnya lewat situ (Pantai Cemara Sewu hingga Pelangi, Red). Berembusnya ke utara," jelasnya.
Menurutnya, perubahan rute jip tersebut dapat memengaruhi daya tarik wisatawan yang ingin menjajal wisata jip di Gumuk Pasir Parangtritis. Sebab, sebagian besar wisatawan lebih menyukai jalur yang melewati hamparan pasir di zona inti. Gundukan pasir yang luas juga menjadi daya tarik untuk mengabadikan momen.
"Wisatawan lebih suka rute yang menantang di zona inti, itu ikonnya kita sebenarnya," katanya.
Meski demikian, dia tetap mendukung adanya restorasi atau penataan zona inti Gumuk Pasir Parangtritis. Sebab, penataan tersebut dilakukan demi menjaga kelestariannya. "Penting kita coba pakai jalur itu dulu (jalur yang baru, Red)," katanya.
Jika jalur baru di zona penyangga dinilai kurang menarik wisatawan, pihaknya akan mencoba rute lain yang lebih menarik dengan tetap melalui izin dari pemangku kepentingan terkait. "Istilahnya babat alas lagi," tuturnya.
Salah satu ide sementara adalah melewati Pantai Karang Mekas dan Pantai Parang Endog yang tidak masuk dalam zona inti. Kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri berupa tebing.
Perubahan rute jip ini, kata dia, juga berdampak pada durasi perjalanan yang menjadi lebih lama. Jika sebelumnya rute terpanjang berdurasi satu jam, rute baru ini diperkirakan dapat mencapai 1,5 jam.
Dia pun memperkirakan tarif jasa jip yang sebelumnya berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu, kemungkinan akan mengalami kenaikan. "Karena rute lebih panjang, kayanya naik," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul Ganis Pratomo Wibowo mengatakan, pemindahan rute jip ini telah melalui hasil kesepakatan dinas terkait, pengelola jip, dan izin dari keraton. "Sementara pindah ke zona penyangga sembari proses penataan kembali gumuk pasir," katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova