Masuk Puncak Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Bediding Lebih Dingin

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:56 WIB
WASPADA: Bocah menyalakan api untuk menghangatkan tubuh saat cuaca dingin, di kawasan Pandowoharjo, Sleman, Kamis malam (2/7/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
WASPADA: Bocah menyalakan api untuk menghangatkan tubuh saat cuaca dingin, di kawasan Pandowoharjo, Sleman, Kamis malam (2/7/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA - BMKG Yogyakarta mengingatkan masyarakat mewaspadai fenomena bediding yang berpotensi terasa lebih dingin seiring masuknya puncak musim kemarau pada Juli–Agustus 2026. 

Suhu udara minimum di DIY diperkirakan berkisar 17–21 derajat Celsius akibat minimnya tutupan awan dan terbatasnya suplai uap air.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, fenomena bediding lumrah terjadi pada musim kemarau. Karena tutupan awan cenderung lebih sedikit dan membuat panas bumi cepat terhempas ke atmosfer.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNTIDAR Perkuat Daya Saing UMKM Pantai Baru di Tengah Transformasi Ekonomi Digital

Reni mengungkapkan, periode Juli hingga Agustus merupakan puncak musim kemarau. Sehingga fenomena bediding dimungkinkan dapat terjadi dengan periode yang lebih panjang serta suhu yang lebih dingin.

“Fluktuasi suhu udara minimum di DIY berpotensi 17 hingga 21 derajat Celsius,” ujar Reni dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Feriomex Hutagalung mengungkapkan, pada saat ini suhu muka laut terpantau lebih dingin dibandingkan kondisi normal. Berkisar antara 26 sampai dengan 28 derajat Celsius.

Baca Juga: Mengenal Geblek, Kudapan Sederhana yang Jadi Identitas Kulon Progo

Kondisi tersebut menyebabkan suplai uap air ke DIY menjadi relatif terbatas. Sehingga kurang mendukung pembentukan awan hujan.

Pola angin di Pulau Jawa juga terpantau kering karena didominasi angin timuran. Selain suhu udara akan lebih dingin, kondisi tersebut juga membuat gelombang laut cukup berbahaya untuk aktivitas wisata karena dapat mencapai 2,5 meter.

“Wisatawan kami imbau tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai,  serta mematuhi arahan petugas,” pesannya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
bediding lebih dingin Musim Kemarau puncak BMKG