Musim Ubur-ubur Tiba, Kenali Jenis Ubur-ubur dan Potensi Bahaya Sengatannya Saat Berwisata ke Pantai Selatan

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:00 WIB
Ubur-ubur yang terdampar di pasir pantai. (Unsplash)
Ubur-ubur yang terdampar di pasir pantai. (Unsplash)

 

RADAR PURWOREJO - Dua anak menjadi korban sengatan ubur-ubur di Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo.

Peristiwa ini terjadi Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 13.45 WIB, saat mereka berdua asyik bermain di area pemecah ombak obyek wisata Pantai Glagah.

Tiba-tiba keduanya menjerit kesakitan.

Hingga selang beberapa saat  mereka mengalami sesak nafas dan kemudian dilarikan ke klinik terdekat.

Berdasarkan identifikasi visual dari petugas Search and Rescue (SAR) di lapangan, biota yang menyengat keduanya merupakan jenis ubur-ubur api.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Senapan Angin di Sragen, Renggut Nyawa Petani Tua

Lalu seperti apakah ubur-ubur api? berikut cirinya!

Ubur-ubur api dalam ilmiahnya disebut Portuguese man o'war.

Binatang ini berbahaya karena memiliki sengatan yang melepuhkan bahkan mematikan.

Komunitas organisme ini hidup di permukaan laut yang hanyut bersama arus samudera tanpa batasan.

Selama ini banyak yang mengira semua ubur-ubur api itu satu spesies yang sama.

Namun sebuah penelitian genetik menelisik binatang ini.

Ditemukan bahwa ada empat hingga lima jenis ubur-ubur yang tidak kawin silang meskipun sama-sama hidup berdampingan di lautan.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNTIDAR Perkuat Daya Saing UMKM Pantai Baru di Tengah Transformasi Ekonomi Digital

Ciri Fisik dan Bahaya Sengatan Ubur-ubur

Ubur-ubur binatang berkoloni, saling bekerja sama menangkap mangsa di lautan.

Mengutip dari Mongabay, mulai dari menangkap mangsa, mencerna makanan, berkembang biak, dan menjaga gelembung terapung. 

Semuanya hidup menempel satu sama lain seperti satu tubuh.

Meski begitu, di balik tentakel dengan panjang yang visa menjuntai hingga 9 meter, terdapat ribuan sel penyengat yang siap melepaskan racun seperti jarum kecil.

Sengatannya bisa menimbulkan rasa sakit hebat seperti terbakar, gatal luar biasa, bahkan membuat penderitanya susah bernapas.

Baca Juga: Tega Berbuat Cabul kepada Anak Rekan Kerja, Oknum Anggota Polres Wonogiri yang juga Pemilik Ponpes Mengaku Khilaf

Bahkan sengatan yang ditimbukan bisa mematikan karena menimbulkan rasa sakit ekstrem, ruam dan kram otot.

Bagi penderita yang memiliki alergi berat, sengatan ubur-ubur bisa menjadi reaksi yang serius.

Meski kasus kematian jarang ditemui, namun sangat mematikan bagi penderita komplikasi alergi parah atau serangan jantung sekunder, akibat rasa sakit yang intens.

Empat Jenis Ubur-ubur Api Berbahaya

Menurut studi penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Biology, dari 151 sampel DNA ditemukan lima garis keturunan berbeda.

Empat di antaranya bisa dikenali dari ciri bentuknya.

  1. Physalia physalis

Spesies ini paling dikenal dan banyak ditemukan di berbagai samudra.

Ukurannya cenderung besar, dengan gelembung berwarna biru terang seperti layar kecil.

Kemudian tentakelnya bisa sangat panjang, sehingga sering menjadi penyebab utama sengatan di pantai.


2. Physalia utriculus

Spesies ini lebih sering muncul di Australia dan Selandia Baru.

Ukurannya lebih kecil dari Physalia physalis, Gelembungnya juga lebih bulat dan dan tentakelnya lebih pendek.

Kendati begitu sengatannya sama-sama kuat, dan bisa membuat orang kesakitan.

Baca Juga: Mengenal Geblek, Kudapan Sederhana yang Jadi Identitas Kulon Progo

3. Physalia megalista

Spesies ini banyak hidup di Samudra Atlantik.

Nah, cirinya kuat dengan gelembung ungu kebiruan yang mencolok.

Tentakelnya juga panjang dan banyak orang yang salah mengira variasi ini dengan Physalia physalis.

4. Physalia minuta

Spesies ini banyak ditemukan di selatan Selandia Baru.

Ini adalah jenis paling kecil, dengan gelembung hampir transparan sehingga sering tidak terlihat jelas.

Meski lebih kecil, tentakelnya tetap mengandung racun yang kuat.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNTIDAR Perkuat Daya Saing UMKM Pantai Baru di Tengah Transformasi Ekonomi Digital

Pantai selatan di Indonesia berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Tidak menutup kemungkinan keempat spesies ini muncul di kawasan pantai.

Nah, berdasarkan catatan SAR, ubur-ubur sering muncul sesuai musimnya.

Umumnya, terjadi pada Juli hingga September, bertepatan dengan jatah liburan sekolah.

Sehingga meningkatkan risiko wisatawan bersentuhan dengan hewan laut ini. 

Terutama bagi anak-anak yang tidak tahu bahaya binatang kecil tersebut.

Banyak anak-anak menganggap binatang tersebut lucu dan menangkapnya, tanpa tahu bahayanya.

Baca Juga: PSIM Jogja Depak Rahmatsho Rahmatzoda, Daftar Pemain yang Hengkang Kian Panjang

Ubur-ubur memang menjadi hewan laut yang paling sering menjadi keluhan wisatawan yang berkunjung ke pantai. 

Bagi yang berencana berlibur ke Pantai Selatan dalam beberapa bulan ke depan, kewaspadaan terhadap biota laut musiman ini jadi bagian penting dari sekadar menyiapkan perkakas piknik. 



Editor : Meitika Candra Lantiva
Musim Ubur-ubur Ubur-ubur Pantai Selatan Jenis Ubur-ubur dan Potensi Bahaya Sengatan Berwisata ke Pantai Selatan korban sengatan ubur-ubur