Viral Evakuasi Lansia dari Dalam Mobil, Kenali Risiko Berada di Kabin Tertutup

Mayang Triastiti Artamefia • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:52 WIB
Ilustrasi evakuasi lansia yang terjebak didalam mobil.
Ilustrasi evakuasi lansia yang terjebak didalam mobil.

 Viral video evakuasi seorang lansia dari dalam mobil di kawasan Jalan Mangkubumi, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (18/7/2026), menjadi pengingat bahwa kabin kendaraan yang tertutup dapat berubah menjadi ruang berbahaya ketika mesin dan pendingin udara tidak menyala.

Dalam kondisi tertentu, suhu di dalam mobil dapat meningkat dengan cepat dan memicu gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Video tersebut ramai beredar di media sosial dan memperlihatkan proses penyelamatan seorang lansia yang diduga berada di dalam mobil selama kurang lebih dua jam. Warga yang mendengar suara ketukan dari dalam kendaraan kemudian bersama petugas membantu mengevakuasi korban dengan memecahkan kaca mobil karena kondisinya terlihat lemas. 

Di balik peristiwa itu, tersimpan pelajaran penting yang kerap luput dari perhatian. Banyak orang menganggap mobil yang sedang terparkir masih aman digunakan untuk menunggu seseorang, padahal ruang kabin dapat memerangkap panas sehingga suhu di dalam kendaraan meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan suhu di luar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa paparan panas berlebih dapat menyebabkan heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Kondisi ini umumnya ditandai dengan tubuh terasa lemas, pusing, keringat berlebih, mual, hingga denyut nadi yang meningkat.

Baca Juga: Musim Ubur-ubur Tiba, Kenali Jenis Ubur-ubur dan Potensi Bahaya Sengatannya Saat Berwisata ke Pantai Selatan

Apabila tidak segera ditangani, heat exhaustion dapat berkembang menjadi heat stroke, yaitu kondisi darurat medis ketika suhu tubuh meningkat secara drastis dan berpotensi mengganggu fungsi organ vital. Risiko tersebut lebih besar dialami oleh lansia, anak-anak, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Bahaya tersebut juga diperkuat oleh hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Annals of Emergency Medicine. Penelitian ini menunjukkan bahwa suhu di dalam kendaraan yang diparkir dapat meningkat secara signifikan hanya dalam hitungan menit. Membuka jendela beberapa sentimeter pun tidak cukup efektif untuk menjaga suhu kabin tetap berada pada tingkat yang aman. 

Karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak berdiam terlalu lama di dalam kendaraan yang berhenti ketika mesin dan pendingin udara tidak menyala, terutama saat cuaca panas. Apabila mulai merasakan pusing, tubuh melemah, atau gejala lain akibat paparan panas, segera keluar dari kendaraan dan berpindah ke tempat yang lebih sejuk.

Peristiwa yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut menjadi pengingat bahwa bahaya di dalam kabin kendaraan sering kali tidak terlihat. Dalam situasi tertentu, kenaikkan suhu yang terjadi dalam waktu singkat dapat berdampak serius bagi kesehatan. Kewaspadaan, baik terhadap diri sendiri maupun orang di sekitar, menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah risiko yang lebih fatal.

Editor : Bahana.
evakuasi Yogyakarta lansia