JOGJA - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja telah selesai melaksanakan bursa kerja (job fair) pada 15-16 Juli 2026 di LPP Agro Nusantara.
Hingga kini, dinas masih menunggu laporan serapan tenaga kerja dari perusahaan yang membuka lowongan kerja (loker) dalam kegiatan tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Erna Nur Setyaningsih mengatakan, dalam dua hari kegiatan mencatat 1.858 kunjungan pencari kerja.
Total lowongan yang dibuka mencapai 3.827 dari 29 perusahaan. Kegiatan juga diikuti Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Meski jumlah lowongan melampaui pengunjung, pihaknya belum menerima laporan dari perusahaan yang ikut dalam bursa kerja. Baik jumlah pendaftar maupun pencari kerja yang diterima. Ia berharap banyak pencari kerja yang bisa terserap.
“Target penerimaan saat pelaksanaan job fair saja minimal kami patok 50 orang,” ujar Erna saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Ekuador, Paraguay, sampai Paraguay: Negara yang Mendapat Libur Nasional di 2026 Karena Bola
Pasalnya, berdasarkan data instansi ini, angka pengangguran terbuka di Kota Jogja cukup besar. Jumlahnya menyentuh 2.336 jiwa dengan mayoritas penganggur berusia 35 tahun ke atas.
Sementara data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di angka 5,72 persen atau sekitar 12.473 jiwa.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Jogja Mohammad Soko Marhendi menambahkan, pada pengalaman job fair tahun lalu serapan perusahaan kepada pencari kerja terhitung sedikit. Dari sekitar 2.000 lowongan, hanya 100 pencari kerja yang diterima.
Minimnya serapan kerja dipengaruhi tiga faktor. Pertama, pada job fair tahun lalu kunjungan pencari kerja hanya sedikit karena dinas merasa kurang publikasi kegiatan.
Faktor kedua, karena banyak pencari kerja yang selektif terhadap lowongan yang tersedia. Sementara faktor terakhir karena ketidaksesuaian kompetensi pelamar dengan kebutuhan industri.
“Harapannya job fair tahun ini banyak yang terserap,” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita