Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Apresiasi Produksi Madu Surya Asy-Sifa, Wujud Ekosistem Hijau Kota Jogja

Heru Pratomo • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:31 WIB
Panen madu Surya Asy-Sifa yang diproduksi oleh anak-anak Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Jogja, dihadiri langsung oleh Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, Kamis (30/7).
Panen madu Surya Asy-Sifa yang diproduksi oleh anak-anak Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Jogja, dihadiri langsung oleh Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, Kamis (30/7).

 

 

 

 

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo secara resmi me-launching produk Madu Surya Asy-Sifa yang diproduksi oleh anak-anak Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Jogja, Kamis (30/7).

Pada kesempatan tersebut, Hasto tidak hanya meresmikan produk madu lokal tersebut, tetapi juga turut melakukan panen madu secara langsung dari sarang lebah yang dibudidayakan di lingkungan panti asuhan.

Hasto menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan pengelola panti asuhan. Menurutnya, budidaya lebah madu merupakan sebuah inovasi yang patut dikembangkan, terlebih dilakukan di Kota Jogja yang memiliki keterbatasan lahan.

Baca Juga: Melawan Kepunahan lewat Falsafah Urip Kudu Ubah, Warga Sriharjo, Imogiri Sulap Bulak Truli Jadi Hamparan Kitiran

Ia menilai keterbatasan ruang tidak menjadi penghalang untuk menciptakan kegiatan produktif yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

"Ini merupakan inovasi yang sangat baik dan layak diapresiasi karena mampu menghadirkan nilai ekonomi, pendidikan, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan," ujar Hasto.

Ia menambahkan, keberadaan budidaya lebah madu tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem hijau di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Dukung Cakupan ASI Eksklusif, Gibran Teliti Manfaat Tanaman Herbal untuk Tingkatkan Produksi ASI 

Menurutnya, lebah memiliki peran penting dalam proses penyerbukan tanaman sehingga dapat membantu meningkatkan keberlangsungan vegetasi dan menekan dampak polusi udara di perkotaan.

Menurut dia, ekosistem seperti ini harus terus dikembangkan. Semakin banyak tanaman berbunga dan semakin banyak lebah yang dibudidayakan, maka kualitas lingkungan kota juga akan semakin baik. “Ini menjadi salah satu upaya sederhana namun memiliki dampak besar untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi polusi di Kota Jogja," katanya.

Selain memiliki manfaat ekologis, Hasto juga menilai program tersebut menjadi sarana pembelajaran yang sangat positif bagi anak-anak panti asuhan.

Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Sleman Kluyuran Dini Hari Bawa Celurit demi Bikin Konten, Kini Dititipkan ke BPRSR Dinas Sosial DIY

"Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup dan membuka peluang usaha mandiri di masa depan," bebernya.

Sementara itu, Pengelola Peternakan Lebah Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Jogja, Bambang, menjelaskan bahwa budidaya lebah madu tersebut memang dirancang sebagai media pembelajaran sekaligus pemberdayaan bagi anak-anak panti. 

Menurutnya, keterampilan beternak menjadi salah satu bekal agar mereka memiliki kemampuan berwirausaha setelah mandiri. "Tujuan utamanya adalah melatih anak-anak panti supaya nantinya mereka memiliki keterampilan beternak dan bisa mandiri," jelas Bambang.

Baca Juga: Imbas Penyelewengan Dana Kalurahan Bangunkerto, Carik dan Danarta Resmi Diberhentikan

Ia menjelaskan, jenis lebah yang dibudidayakan adalah Apis mellifera, salah satu spesies lebah penghasil madu yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.

Menariknya, sumber pakan lebah berasal dari berbagai tanaman berbunga yang dibudidayakan di sekitar lingkungan panti asuhan. Dengan demikian, seluruh proses budidaya memanfaatkan potensi lingkungan yang ada tanpa harus bergantung pada lokasi perkebunan yang luas.

Menurut Bambang, meskipun baru berjalan sekitar tiga bulan, hasil budidaya tersebut sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dalam sekali panen, madu yang dihasilkan mampu mencapai sekitar 200 hingga 500 gram dari koloni yang siap dipanen.

Baca Juga: MPLAS di Sekolah Rakyat Kulon Progo, Siswa Cuma Bawa Baju Ganti karena Asrama hingga Kebutuhan Logistik Terjamin

Saat ini, terdapat sebanyak 11 rumah lebah yang dikelola di lingkungan panti. Namun, jumlah tersebut memang masih dibatasi mengingat kondisi kawasan perkotaan yang memiliki ruang terbatas serta faktor cuaca yang cukup panas sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan budidaya.

 “Selain keterbatasan lahan, kami juga menghadapi tantangan cuaca yang cukup panas sehingga pengelolaannya harus lebih hati-hati," ungkap Bambang. (**/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
Sumber : jogjakota.go.id
panen madu ekosistem hijau Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Muhammadiyah panti asuhan