Hampir Tiap Minggu Droping Air ke Clapar I, Lima Kalurahan di Kulon Progo Terdampak Kekeringan

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 21:12 WIB

 

KERING: Meski mengalami kekeringan, Mundakir tetap berikhtiar untuk melakukan penyemprotan di lahan pertanian miliknya, Rabu(23/8/23).Naila Nihayah/Radar Jogja
KERING: Meski mengalami kekeringan, Mundakir tetap berikhtiar untuk melakukan penyemprotan di lahan pertanian miliknya, Rabu(23/8/23).Naila Nihayah/Radar Jogja

 

 


KULON PROGO – Berada di kawasan perbukitan, Padukuhan Clapar I, Kalurahan Hargowilis menjadi wilayah penerima droping air bersih terbanyak di Kulon Progo. Hampir setiap minggu, BPBD Kulon progo rutin mengirimkan tangki air bersih. Kekeringan di padukuhan tersebut memang rutin terjadi.

"Sejauh ini Padukuhan Clapar I sudah menerima empat kali dropping air," ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Budi Prastawa, Minggu (2/8). Pasalnya, kebanyakan warga di sana memanfaatkan sumur dangkal untuk kebutuhan air bersih.

Penggunaan sumur dangkal dipastikan tak efektif saat kemarau. Pasalnya, debit air sumur akan turun drastis hingga masyarakat tak bisa mengambil air, walau menggunakan pompa. Di samping itu, masih banyak masyarakat yang belum menyambungkan jaringan air bersih ke rumah-rumah.

Baca Juga: Daya Beli Belum Pulih, GIPI DIY Sebut Hotel di Jogja Sulit Naikkan Tarif

Kondisi kekurangan air bersih disampaikan warga Padukuhan Clapar I Eka Pranawa. Selama sebulan terakhir, Eka perlu bergantung dari pasokan air bersih di penampungan air komunal. Pasalnya, sumur hingga pamsimas tak bisa diandalkan selama musim kemarau. "Debit air sumur turun, jadi harus mengambil air dari tampungan hasil bantuan di minggu lalu," ungkapnya

Budi menambahkan, puluhan tangki air bersih dengan kapasitas ribuan liter telah didistribusikan. Penyaluran didasarkan atas permintaan warga yang biasanya disampaikan pemerintah kalurahan melalui proposal. "Sudah 21 tangki air kami salurkan, itu berasal dari bantuan badan amil zakat nasional (Baznas)," ucap Budi.

Budi menjelaskan, BPBD Kulon Progo belum sepenuhnya menggunakan APBD untuk droping air. Pasalnya, pagu anggaran dari APBD digunakan untuk keadaan kedaruratan.

Baca Juga: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Apresiasi Produksi Madu Surya Asy-Sifa, Wujud Ekosistem Hijau Kota Jogja

 Apabila masih terdapat skema anggaran lain, maka BPBD memanfaatkan bantuan dari Baznas atau swasta untuk dropping air. Jika bantuan dari pihak ketiga telah habis, maka BPBD masih memiliki anggaran utama Rp 7 juta untuk dropping air 20 tanki. Dengan kapasitas satu tanki 5.000 liter.

Selama sebulan terakhir, puluhan tangki distribusi air bersih menyasar lima kalurahan. Mayoritasnya berada di Perbukitan Menoreh. Di antaranya, Kalurahan Sidoharjo, Jatimulyo, Hargowilis, Hargotirto, dan Pendoworejo.

 Lima kalurahan ini merupakan wilayah langganan kekeringan. Sehingga, saat kemarau pemkal rutin meminta bantuan droping air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
hargowilis Clapar I kekeringan BPBD KULON PROGO