Suporter PSIM Ancam Boikot Jersey Jika RMB Jadi Apparel, Desak Manajemen Ambil Sikap Tegas soal Polemik Plesetan AYDK

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:24 WIB
Unggahan owner Apparel RMB menuliskan frasa AYoDeK, dan klarifikasi permintaan maaf
Unggahan owner Apparel RMB menuliskan frasa AYoDeK, dan klarifikasi permintaan maaf

JOGJA – Polemik plesetan slogan ikonik  Aku Yakin Dengan Kamu (AYDK) menjadi "AYoDeK"* yang dilakukan owner apparel lokal RMB terus memicu reaksi dari kalangan suporter PSIM Jogja.

Tak hanya menyatakan kekecewaan, sejumlah suporter kini mendesak manajemen PSIM segera mengambil sikap tegas sebelum menentukan mitra apparel untuk musim depan.

Salah satu suporter PSIM, Andre Firmansyah, menilai tindakan owner RMB, Ragil Muhammad Badai, tidak pantas dilakukan. Menurutnya, seorang pemilik brand yang berpeluang menjadi bagian dari klub seharusnya memahami nilai dan identitas yang dimiliki PSIM.

"Menurut saya itu sikap dan tindakan yang sangat tidak etis, apalagi dia adalah owner yang merepresentasikan brand-nya," ujarnya.

Baca Juga: Apa Penyebab Pusat Grosir PGS Resmi Ditutup? Manajemen Bilang Bukan karena Sepi Pengunjung

Andre mengaku kecewa karena slogan AYDK yang selama ini menjadi simbol kebanggaan dan loyalitas pendukung PSIM justru dijadikan bahan plesetan.

"Sebagai suporter PSIM tentu saya kecewa bahwa AYDK itu diplesetkan. Dan menurut saya manajemen PSIM juga harus segera mengambil sikap tegas," katanya.

Bahkan, Andre menyatakan siap memboikot produk resmi klub apabila PSIM benar-benar menunjuk RMB sebagai apparel musim depan.

"Kalau nanti PSIM benar-benar menggandeng apparel RMB, mohon maaf, saya tidak akan membeli merchandise atau jersey musim mendatang sebagai respons dan bentuk kekecewaan," tegasnya.

Brajamusti: AYDK Bukan Sekadar Slogan

Kekecewaan serupa juga disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Brajamusti melalui pernyataan resmi.

Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto, menegaskan bahwa AYDK bukan sekadar rangkaian empat huruf, melainkan simbol yang lahir dari perjalanan panjang PSIM Jogja.

"Bagi kami, AYDK bukan sekadar empat huruf atau slogan. AYDK adalah anthem yang lahir dari perjalanan panjang, loyalitas, harapan, dan identitas PSIM," ujarnya.

Ia mengingatkan setiap pihak yang ingin menjadi bagian dari PSIM agar memahami sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh suporter.

"Menjadi bagian dari PSIM bukan hanya soal memproduksi jersey atau menjual merchandise. Ada sejarah yang perlu dihormati, ada budaya yang perlu dipahami, dan ada simbol-simbol yang memiliki makna mendalam bagi pendukung PSIM," katanya.

Brajamusti berharap polemik tersebut menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dalam menentukan setiap mitra resmi klub.

Baca Juga: Inovasi Siswa SMPN 1 Turi Cegah Makanan Basi di Sekolah Berupa Detektor MBG Didorong DPRD untuk Produksi Massal

"Kami berharap pihak-pihak yang berkepentingan menjadikan peristiwa ini sebagai dasar evaluasi terhadap komitmen setiap mitra resmi dalam memahami serta menghormati identitas dan kultur PSIM Jogja," tandasnya.

Owner RMB Minta Maaf

Di tengah derasnya kritik, owner RMB Ragil Muhammad Badai akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui surat pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu (6/8).

Dalam surat tersebut, Ragil mengakui unggahan yang memplesetkan AYDK menjadi "AYoDeK" merupakan tindakan yang tidak pantas karena slogan tersebut memiliki makna mendalam bagi PSIM.

Saya sangat menyadari bahwa unggahan tersebut tidak pantas karena AYDK bukan sekadar singkatan, melainkan memiliki makna mendalam serta nilai yang sangat sakral bagi identitas PSIM," tulisnya.

Ia juga menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk menghina PSIM maupun menyakiti hati para pendukung klub.

"Tidak ada sedikit pun niat dari saya untuk menghina atau melakukan hal negatif kepada PSIM Jogja maupun melukai hati teman-teman suporter," ujarnya.

Ragil turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar PSIM, manajemen klub, Brajamusti, The Maident, serta seluruh pendukung Laskar Mataram.

Status Kerja Sama Masih Belum Resmi

Baca Juga: Mabes Polri Gerebek Gudang Bio Solar di Gondang Sragen

Polemik ini mencuat di tengah kabar bahwa RMB disebut-sebut akan menjadi apparel resmi PSIM untuk kompetisi musim depan. Namun hingga kini, manajemen PSIM belum mengumumkan secara resmi adanya kerja sama tersebut.

Radar Jogja telah berupaya meminta tanggapan dari manajemen PSIM terkait polemik yang berkembang. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan pihak klub.

Dengan desakan yang terus menguat dari kelompok suporter maupun individu pendukung, keputusan manajemen PSIM mengenai calon apparel musim depan kini menjadi sorotan publik. Sikap klub dinilai akan menjadi penentu apakah polemik ini dapat segera mereda atau justru semakin memicu reaksi dari basis suporter.

Editor : Bahana.
psim PSIM Jogja Brajamusti Laskar Mataram