Warga Ngaliyan Wonosari Niat Bakar Limbah Pakan, Jerami dan Kandang Justru Ikut Terbakar

Editor Content • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 21:30 WIB
TKP: Kondisi kandang penyimpanan jerami milik warga Padukuhan Ngaliyan, Pulutan, Wonosari yang hangus terbakar. (DOKUMENTASI POLSEK WONOSARI)
 
TKP: Kondisi kandang penyimpanan jerami milik warga Padukuhan Ngaliyan, Pulutan, Wonosari yang hangus terbakar. (DOKUMENTASI POLSEK WONOSARI)  

GUNUNGKIDUL - Niat membakar sisa pakan ternak berujung kebakaran setelah api merembet ke kandang penyimpanan jerami milik warga di Padukuhan Ngaliyan, Pulutan, Wonosari, Minggu (9/8) sore. Sebagian bangunan kandang dan tumpukan jerami hangus terbakar dalam kejadian tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp5 juta. “Kandang tersebut milik Supadi, 55,” beber Kepala UPT Damkarmat Kabupaten Gunungkidul Handoko.

Sebelum kebakaran, Supadi diketahui membakar sisa pakan ternak di samping kandang yang digunakan untuk menyimpan jerami.

Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Masih Miliki PR Atasi Stunting di Nglipar yang Masih Capai 20 Persen

Beberapa saat kemudian, warga mengetahui api telah membesar dan mulai membakar tumpukan jerami serta bagian bangunan kandang. Warga sempat melakukan penanganan awal sebelum melaporkan kejadian tersebut.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jerami, rumput kering, kayu, dan material lain yang mudah terbakar dapat membuat api cepat membesar apabila berada terlalu dekat dengan sumber api.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Raih Community Advisor Kategori Sport Class Di AHSRIC

Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah selesai melakukan pembakaran. Pengawasan diperlukan agar bara tidak kembali menyala dan merembet ke material yang mudah terbakar.

Kapolsek Wonosari Tri Wibawa mengimbau, agar warga meningkatkan kewaspadaan saat menyalakan api. Menurutnya, pencegahan lebih penting daripada menunggu api membesar dan menimbulkan kerugian. “Jangan tinggalkan api tanpa pengawasan,” pesannya. (cr1/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
Damkarmat Kabupaten Gunungkidul padukuhan ngaliyan Wonosari terbakar kebakaran