Pemecahan Rekor MURI! Bendera Merah Putih Membentang Satu Kilometer di Jalan Malioboro, Sekaligus Pembacaan Teks Proklamasi oleh Difabel Terbanyak

Guntur Aga Tirtana • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:10 WIB
Peserta membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter saat pawai budaya Suara Inklusi untuk Semua di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Rabu (12/8/2026).  Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Peserta membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter saat pawai budaya Suara Inklusi untuk Semua di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Rabu (12/8/2026). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA - Bendera merah putih sepanjang satu kilometer membentang di Jalan Malioboro Rabu (12/8/2026). Aksi pembentangan bendera raksasa itu digelar bersamaan dengan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) oleh penyandang disabilitas terbanyak.

Adapun bendera merah dibentangkan secara bersama-sama oleh komunitas, penyandang disabilitas, pelajar, dan masyarakat. Ribuan tangan bergotong-royong ikut mengangkat sang saka menyusuri Jalan Malioboro dalam parade Suara Inklusi 2026.

Ketua Panitia sekaligus Founder Yayasan Diwa Foundation Diah Warih Anjari mengatakan, Suara Inklusi dihadirkan untuk mendorong kesetaraan dan pemenuhan hak seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: 22 KK di Padukuhan Banaran, Kulon Progo Terdampak Kekeringan, 5.000 Liter Air Cukup untuk Tiga Hari

Yogyakarta dipilih sebagai titik awal gerakan karena memiliki akar sejarah dan kebudayaan yang kuat terkait nilai-nilai inklusivitas. 

“Para leluhur telah menanamkan prinsip tepo sliro, empan papan, musyawarah, hingga gotong royong sebagai wujud inklusivitas yang sesungguhnya,” ujar Diah dalam sambutannya.

Melalui Suara Inklusi 2026, ia menarget bisa tercipta ruang untuk menjembatani aspirasi masyarakat agar terdengar langsung oleh para pemimpin bangsa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen bangsa mendukung agar inklusi dapat terus disuarakan ke seluruh Indonesia.

Baca Juga: Jogja Fashion Week 2026 Hadirkan 15 Fashion Show, Ruang Baru Desainer Muda hingga 82 Tenant

Sementara untuk kegiatan pemecahan rekor MURI, ribuan penyandang disabilitas membaca teks proklamasi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam (PA) X. Barisan depan dipenuhi para penyandang tuna rungu dan tuna wicara dengan pembacaan dalam bahasa isyarat.

Membacakan sambutan gubernur, PA X menegaskan, capaian rekor tersebut bukan sekadar selebrasi angka atau perayaan seremonial semata. Melainkan membawa pesan esensial mengenai kesetaraan hak dan ruang partisipasi yang inklusif.

Menurutnya, ketika teks proklamasi dihadirkan melalui bahasa isyarat, sesungguhnya yang sedang ditegaskan bukan hanya kemampuan untuk menerjemahkan kata-kata ke dalam gerak dan isyarat.

Baca Juga: Kepala Dikpora DIY Dukung Teori Komunikasi Hati Prof Puji Lestari Wujudkan Generasi Jalma Kang Utama

Namun lebih pada nilai-nilai kebangsaan, semangat kemerdekaan, dan ruang partisipasi dalam kehidupan bersama harus dapat dijangkau oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali.

PA X menyampaikan, indikator kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari apa yang berhasil dibangun secara fisik. Kualitas kemajuan bangsa justru terlihat dari sejauh mana setiap warga negara memperoleh kesempatan untuk hadir, berpartisipasi, serta diakui sebagai bagian utuh dari masyarakat.

“Mari senantiasa memaknai kemerdekaan sebagai ikhtiar yang tak kenal akhir,” tandasnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
rekor MURI difabel bendera Merah Putih Malioboro inklusi