Sepuluh Hari Nelayan di Pantai Depok Pilih Libur Melaut karena Gelombang Tinggi

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:00 WIB
PILIH LIBUR: Salah satu nelayan di Pantai Depok sedang menunggu cuaca kembali normal di bibir pantai Jumat (14/7). (Cintia Yuliani/Radar Purworejo)
PILIH LIBUR: Salah satu nelayan di Pantai Depok sedang menunggu cuaca kembali normal di bibir pantai Jumat (14/7). (Cintia Yuliani/Radar Purworejo)

BANTUL - Sudah 10 hari nelayan Pantai Depok memilih menepi. Gelombang tinggi, angin kencang, dan jarak pandang terbatas membuat mereka mengutamakan keselamatan sambil menunggu kondisi laut membaik. Namun, ketidakpastian cuaca membuat mereka harus menyiapkan langkah lain agar tetap bertahan hingga kembali bisa melaut.

Nelayan Pantai Depok Plenyun, 38, mengatakan, kondisi laut tidak hanya ditandai dengan ombak besar, tetapi juga jarak pandang yang terbatas akibat kabut serta angin kencang. Kondisi tersebut menyulitkan nelayan untuk menangkap ikan.

"Sudah 10 hari nggak melaut, jadi tiap hari di sini (bibir pantai, Red) nunggu gelombangnya normal, karena nggak ada mata pencaharian lain," katanya saat ditemui di Pantai Depok Jumat (14/8).

Baca Juga: Bayi Usia Seminggu Ditemukan Dalam Kardus di Pasar Sleman

Padahal, jika dapat melaut, hasil tangkapan biasanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, selama tidak melaut, dia mengaku tidak memiliki pemasukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "Walaupun nggak ada pemasukan, kita cari aman, karena cuaca lagi ekstrem," tuturnya.

Plenyun memperkirakan, gelombang akan kembali normal pada Senin hingga Rabu pekan depan. Perkiraan tersebut menjadi harapan bagi nelayan untuk kembali mencari penghasilan. Namun, setelah itu, gelombang diprediksi kembali tinggi selama sepekan sehingga dirinya kemungkinan harus kembali berhenti melaut.

"Saat ini kalau bisa melaut, saya nyari benih bening lobster (BBL), sudah hampir dua tahun ini (nangkap BBL, Red)," bebernya.

Sembari menunggu cuaca membaik, nelayan memilih memanfaatkan waktu di darat. Peralatan dan kapal diperiksa serta diperbaiki agar ketika kondisi laut memungkinkan, mereka bisa segera kembali melaut.

Baca Juga: Al-Qur’an Dijadikan Alat Berburu Alkohol, Muhammadiyah Peringatkan Ancaman Dosa 'Istihza'

Sementara itu, nelayan Pantai Depok lainnya Titor, 48, mengatakan, telah lebih dari 10 tahun berprofesi sebagai nelayan. Selama ini, dia hanya mengandalkan penghasilan dari menangkap ikan di laut.

Dia menyayangkan, kondisi gelombang tinggi yang terjadi saat ini. Sebab, ikan di laut sedang banyak sehingga seharusnya nelayan dapat memperoleh hasil tangkapan lebih banyak jika cuaca mendukung. Kondisi tersebut berbeda dengan Agustus tahun lalu. Ketika cuaca pada periode yang sama lebih baik, tetapi hasil tangkapan ikan justru sedikit. "Kalau cuacanya bagus, paling ada 30 dari 40-an perahu yang melaut," kata dia.

Jika dia melaut, satu kapal bisa memperoleh hasil tangkapan hingga satu kuintal. Namun, ketika hasil tangkapan sedikit, pendapatannya hanya cukup untuk menutup biaya pembelian bensin. "Jadi kalau sekarang, karena gelombang tinggi saya manfaat libur ini buat memperbaiki alat-alat," katanya. (cin/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
melaut ombak pantai depok nelayan gelombang tinggi