YOGYAKARTA – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau langsung lokasi penataan pedagang dan ruang publik di RT 26 RW 4, Notoprajan, Kelurahan Ngampilan, Jumat (14/8/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kota Yogyakarta terkait nasib pedagang kaki lima dan fasilitas warga setempat.
Dalam kunjungan yang didampingi jajaran Kepala OPD dan Lurah setempat, Hasto mencari formulasi penataan jalan dan trotoar tanpa harus menghilangkan mata pencaharian warga.
Salah satu alternatif solusi yang disiapkan Pemkot Yogyakarta adalah merelokasi tempat usaha pedagang ke lahan Sultan Ground (SG) di sisi utara lokasi saat ini. Langkah tersebut akan ditindaklanjuti dengan mengajukan izin komunikasi ke pihak Keraton Yogyakarta.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pasar Murah di halaman Stadion Gelora Handayani Wonosari Sediakan Enam Ton Bapok
Ketua Badan Advokasi Driver Online GPM Kota Yogyakarta, Handriyanto, mengapresiasi langkah cepat Wali Kota yang merespons hasil Konfercab I GPM pada 7 Agustus lalu.
"Kami mengapresiasi Pak Hasto Wardoyo yang langsung turun ke lapangan. Trotoar memang harus dikembalikan fungsinya, tetapi warga yang menggantungkan hidup dari berdagang harus diberi solusi manusiawi. Pemanfaatan Sultan Ground menjadi opsi yang sangat baik," ujar Handriyanto, Jumat (14/8/2026).
Selain penataan pedagang, Wali Kota juga meninjau Balai RT 26 Notoprajan yang dibangun swadaya oleh masyarakat di atas bekas tempat pembuangan sampah liar. Pemkot Yogyakarta berkomitmen memberikan bantuan untuk penyelesaian pembangunan fasilitas warga tersebut.
Baca Juga: Terbatas..!! Forum Eksklusif GIHES 2026 Hanya Himpun 300 Tokoh Pendidikan Dunia di Jakarta
Handriyanto menegaskan, GPM bersama tokoh pemuda setempat, Ferry Setyawan, akan terus mengawal proses penataan ini hingga terealisasi sepenuhnya.
"Semangat Marhaenisme mengajarkan kami untuk berdiri bersama rakyat kecil. Tugas kami bukan hanya menyuarakan aspirasi, tetapi mengawal solusi agar tata ruang tertib dan ekonomi warga tetap berjalan," tegasnya.
Editor : Heru Pratomo