BANTUL - Bukan tiang, melainkan tebing setinggi sekitar 40 meter menjadi tempat berkibarnya Merah Putih di Selopamioro, Imogiri Minggu (16/8). Belasan pemanjat menaklukkan tebing curam dan menghadapi terpaan angin untuk mengibarkan bendera raksasa berukuran 12 x 6 meter dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pengibaran Merah Putih di tebing Via Ferrata Selopamioro itu menjadi simbol perjuangan. Para pemanjat ingin menggambarkan bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan mudah. Melainkan membutuhkan perjuangan, keberanian, ketelitian, dan kesabaran.
Pemandu Panjat Tebing Via Ferrata Michael Recky Setiawan mengatakan, pengibaran tersebut merupakan kali pertama pihaknya membawa bendera berukuran 12 x 6 meter ke atas tebing. Persiapan dilakukan selama tiga hari. Dua hari pertama digunakan untuk menyiapkan tali dan jangkar sebagai pengaman sekaligus penopang. “Pada hari ketiga, mereka memasang bendera Merah Putih di lokasi pengibaran,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon Senin (17/8).
Sebanyak 15 hingga 20 orang terlibat dalam persiapan tersebut. “Tapi yang ikut upacara (Minggu, Red) di atas tebing 15 orang,” katanya.
Mereka berasal dari komunitas Selopamioro Adventure Park, Sembara Adventure Service, Kapala AMTA, Liberta Feredal, serta sejumlah komunitas lainnya. Setelah bendera berhasil dikibarkan, para peserta upacara bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di atas tebing. “Selama setengah jam bendera merah putih berkibar di atas tebing, lalu kami turunkan kembali,” tuturnya.
Bendera tidak dibiarkan berkibar terlalu lama karena kondisi angin di kawasan tebing cukup kencang. Hembusan angin berisiko merusak kain bendera yang berukuran besar tersebut. “Itu juga sempat ada yang hampir sobek benderanya,” keluhnya.
Baca Juga: Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Tingkat Kegemaran Membaca di Kabupaten Purworejo Anjlok
Selain angin, cuaca panas turut menjadi tantangan dalam proses pengibaran. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Michael mengaku bersyukur kegiatan tersebut dapat terlaksana sesuai rencana.
Menurutnya, komunitasnya memang kerap melakukan pengibaran bendera di lokasi-lokasi ekstrem, seperti jembatan dan gunung. Kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan karena seluruh peserta yang terlibat merupakan pemanjat yang telah terlatih. “Mereka sudah jago panjat tebing semua, jadi aman,” katanya.
Michael berharap, pengibaran Merah Putih di atas tebing dapat menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan. Semangat tersebut coba mereka hadirkan melalui perjuangan menaklukkan medan tebing untuk mengibarkan Sang Saka. “Kita menikmati kemerdekaan tahun ini dengan perjuangan, melalui pengibaran bendera di atas tebing,” tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova