Pembangunan Jembatan Linggan Galur Selesai, Jalan Arah Pantai Trisik Turut Dilebarkan Satu Kilometer

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:50 WIB
Masyarakat menggunakan jembatan yang baru rampung awal 2026 lalu.

 
Masyarakat menggunakan jembatan yang baru rampung awal 2026 lalu.  

 

KULON PROGO - Jembatan Linggan di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur akhirnya resmi beroperasi. Jembatan akses ke Pantai Trisik ini dibuat dengan konstruksi lebih kokoh, usai kejadian rusaknya pilar jembatan lama pada tahun 2024 lalu. Selain konstruksi jembatan, perbaikan juga menyasar pada jalan masuk menuju arah Pantai Trisik.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIJ Setiawan Wibowo menyampaikan, Jembatan Linggan atau Nglinggan resmi selesai Juli 2026 lalu. Selesainya pembangunan jembatan baru itu, menjadi momen dibukanya kembali akses masyarakat.

"Struktur atas menggunakan girder sekitar 45 meter, dengan pondasi menggunakan bore pile sedalam 16 meter," ucap Setiawan, Senin (17/8).

Baca Juga: Bendera Merah Putih Dikibarkan Setinggi 40 Meter di Via Ferrata Bantul, Tebing Jadi Simbol Perjuangan Kemerdekaan

Pembangunan menelan anggaran Rp 13,7 miliar bersumber APBN yang disalurkan ke program Inpres Jalan Daerah (IJD). Pembangunan dilakukan sejak November 2025 selama delapan bulan. Walau berada di lokasi yang sama Jembatan Linggan terbaru memiliki spesifikasi lengkap dan memiliki konstruksi kuat.

Jembatan Linggan yang terbaru memiliki lebar tujuh meter atau lebih besar sekitar tiga meter dari jembatan lama. Di samping itu, terdapat pedistrian lebar satu meter di sisi kanan dan kirinya.

Wujud jembatan ini juga jauh lebih tinggi dari jembatan lama. Lantaran, dari ketinggian air sungai posisi jembatan sekitar tiga sampai empat meter. Kondisi jembatan yang terbaru memberikan keleluasaan akses dan meminimalisir banjir jika sungai meluap.

Baca Juga: PM Australia Sampaikan Ucapan HUT Ke-81 RI Sekaligus Simpati atas Bencana Gempa Indonesia Timur

 "Awalnya hanya penggantian jembatan, tapi ternyata ada sisa anggaran," ungkapnya.

Pada awalnya BBPJN merencanakan anggaran belasan miliar rupiah hanya digunakan untuk membangun kembali jembatan. Namun, saat pelaksanaan terdapat sisa anggaran. ALhasil, BBPJN melakukan kordinasi dengan pemkab.

Sisa anggaran yang ada, lantas dioptimalkan untuk pelebaran jalan dari Jembatan Kabanaran menuju Jembatan Linggan sepanjang satu kilometer.

Baca Juga: Nugget MBG Diduga Jadi Biang Keracunan Ratusan Siswa dan Guru, Dinkes Klaten Ambil Sampel Makanan

Sementara itu, Dukuh Sidorejo Jaka Samudra menyampaikan, jembatan telah digunakan kembali oleh warga sejak Juli lalu. Selama pembangunan warga perlu memutar sejauh satu kilometer. Sedangkan saat sebelum pembangunan, warga masih melalui jembatan kayu yang dibangun di atas jembatan lama. 

"Sudah digunakan Juli, ini lebih memudahkan masyarakat," ungkapnya.

Jaka menjelaskan, jembatan terbaru memberikan akses yang lebih lebar dari sebelumnya. Kendaraan bisa saling bersisihan apabila bertemu diatas jembatan. Berbeda dengan jembatan lama yang hanya cukup untuk satu mobil. (gas)

Editor : Heru Pratomo
jembatan linggan banaran BBPJN Pantai Trisik KULON PROGO