Hasil Lab Keluar: Kasus Keracunan MBG SMPN 3 Wates Dipicu Bakteri Ayam BBQ

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 05:50 WIB
Ilustrasi ratusan siswa diduga keracunan MBG di Ngadirojo, Wonogiri.
Ilustrasi ratusan siswa diduga keracunan MBG di Ngadirojo, Wonogiri.

 

KULON PROGO – Kasus keracunan massal yang menimpa siswa SMPN 3 Wates akhir Juli 2026 lalu resmi terbukti. Berdasarkan hasil uji laboratorium dan analisis epidemiologi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, penyebab utama keracunan berasal dari kontaminasi bakteri pada menu lauk ayam saus Barbecue (BBQ) program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, menjelaskan bahwa proses pengujian membutuhkan waktu 14 hari. Hal ini disebabkan sampel makanan yang disimpan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni tidak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga pemeriksaan dialihkan menggunakan sampel muntahan dan feses korban.

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium pada sampel muntahan dan feses, ditemukan dominasi bakteri Staphylococcus aureus yang memicu timbulnya gejala mual, muntah, dan diare pada siswa," terang Susilaningsih, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Paguyuban Dukuh di Kulon progo Keberatan Absensi 70 Persen, Kenaikan Siltap Tertunda Diganti Tukin

Lantaran keterbatasan sampel makanan fisik, Dinkes melakukan pendekatan epidemiologis dengan analisis multivariat untuk memastikan sumber penularan. Hasil analisis menunjukkan lauk ayam saus BBQ memiliki peluang kontaminasi bakteri 10,47 kali lipat lebih tinggi dibandingkan menu lainnya.

Susi mengungkapkan, kontaminasi dipicu oleh jeda waktu pengolahan yang berpotensi menyebabkan makanan basi atau mengalami kontaminasi silang. Daging ayam diterima SPPG sehari sebelum dikonsumsi dan disimpan di pembeku (freezer), lalu dimasak pada pukul 03.00, namun baru disajikan kepada siswa sekitar pukul 10.00.

"Pola pengolahan ini menunjukkan adanya potensi makanan basi. Oleh karena itu, kami merekomendasikan setiap SPPG untuk menyantumkan batas waktu aman konsumsi guna mencegah kejadian serupa," tegasnya.

Baca Juga: Alpukat, Buah yang “Diselamatkan” Manusia dari Kepunahan Setelah Megafauna Punah

Dinkes Kulon Progo telah menyerahkan laporan lengkap pengujian ini kepada Ketua Satgas MBG Kulon Progo dan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi menyeluruh. Mengenai kelanjutan operasional atau penutupan permanen SPPG Karangwuni, Dinkes menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada BGN selaku pemegang wewenang.

Editor : Heru Pratomo
smpn 3 wates Ayam BBQ Dinkes keracunan mbg KULON PROGO