Bukan Cuma E Coli, 6 Bakteri Ditemukan di Kasus Keracunan MBG Kulon Progo, Ternyata ini Sumbernya!

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:14 WIB
Sejumlah siswa sakit perut, mual dan muntah diduga keracunan menu MBG. (AI Generated)
Sejumlah siswa sakit perut, mual dan muntah diduga keracunan menu MBG. (AI Generated)

 

 

RADAR PURWOREJO - Dinas Kesehatan Kulon Progo akhirnya mengungkap hasil uji laboratorium kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa siswa SMPN 3 Wates.

Dari sampel muntahan siswa, ditemukan enam jenis bakteri.

Yakni, bakteri Staphylococcus aureus, Enterobacter, Klebsiella pneumoniae, Streptococcus, Serratia, dan Escherichia coli.

Hasil analisis epidemiologi juga mengarah ke satu menu spesifik yaitu menu ayam saus barbeque.

Baca Juga: Hasil Lab Keluar: Kasus Keracunan MBG SMPN 3 Wates Dipicu Bakteri Ayam BBQ


Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, menjelaskan menu ini punya nilai adjusted odds ratio (aOR) 10,47.

Artinya siswa yang makan menu ini punya risiko sekitar 10 kali lebih besar mengalami gangguan kesehatan dibanding yang tidak memakannya, dengan tingkat keyakinan statistik yang sangat tinggi (p-value kurang dari 0,001).

Berikut penjelasan bakteri yang ditemukan satu per satu:

1. Staphylococcus aureus (Bakteri dari tangan yang tidak higienis)

Bakteri ini biasa hidup di kulit dan hidung manusia yang sehat sekalipun, jadi sebenarnya bukan monster yang datang dari luar.

Masalahnya muncul apabila bakteri ini berpindah ke makanan lewat tangan yang tidak dicuci bersih atau tidak pakai sarung tangan.

Baca Juga: Duh…Pemuda di Sidoharjo Sragen Hobi Curi Pakaian Dalam Wanita, Ternyata Ini Alasannya

Lalu makanan itu didiamkan lama di suhu ruang.

Dalam kondisi itu, bakteri berkembang biak dan menghasilkan racun (toksin) yang tahan panas, artinya meski makanan dipanaskan ulang, racunnya tetap ada dan bisa menyebabkan mual, muntah, serta diare dalam hitungan jam.

2. Enterobacter (Penumpang ilegal dari lingkungan kotor)

Bakteri ini biasa hidup di tanah, air, dan usus manusia maupun hewan.

Kehadirannya dalam makanan biasanya jadi penanda sanitasi yang kurang baik.

Entah dari air cuci yang tercemar, permukaan alat masak yang tidak steril, atau bahan mentah yang tidak dicuci sempurna.

Baca Juga: Dee Lestari hingga Kiai Kanjeng Bakal Semarakkan FSY 2026 di Embung Giwangan

3. Klebsiella pneumoniae (Biasanya ada di paru-paru)

Namanya memang identik dengan infeksi paru-paru (pneumonia), tapi bakteri ini juga bisa mengontaminasi makanan dan menyebabkan gangguan pencernaan kalau tertelan dalam jumlah banyak.

Kehadirannya di makanan biasanya berasal dari kontaminasi lewat tangan atau peralatan yang bersentuhan dengan sumber infeksi lain.


4. Streptococcus (Bakteri kecil yang berkoloni)

Bakteri berbentuk bulat yang biasa berkumpul membentuk rantai ini umumnya dikenal sebagai penyebab radang tenggorokan, tapi beberapa jenisnya juga bisa mengontaminasi makanan lewat droplet (percikan liur atau napas) orang yang mungkin sedang kurang sehat saat mengolah makanan.

Baca Juga: Sleman Rehabilitasi 9 Anak Terpapar Radikalisme dan Konten Kekerasan dari Media Sosial

5. Serratia (Bakteri yang suka tempat lembap)


Bakteri ini sering ditemukan di lingkungan lembap seperti wastafel, spons cuci piring, atau peralatan dapur yang jarang dikeringkan sempurna.

Kehadirannya di makanan biasanya menandakan masalah pada kebersihan alat masak atau area penyimpanan.


6. E coli (Bakteri usus yang berubah jahat kalau salah tempat)
Escherichia coli, atau lebih dikenal E coli, sebenarnya adalah bakteri yang secara alami hidup di dalam usus manusia dan hewan, membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat. 

Masalahnya muncul ketika bakteri ini berpindah ke tempat yang seharusnya bersih, misalnya lewat kontaminasi feses ke air cuci bahan makanan, tangan yang tidak dicuci setelah dari toilet, atau alat masak yang tercemar.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Kembali Terjadi di Kawasan Perbukitan Kabupaten Bantul

Bakteri-bakteri di atas seharusnya tidak ada dalam makanan yang layak konsumsi, sesuai penegasan Dinkes dalam kasus-kasus MBG serupa sebelumnya.


Kehadiran gabungan beberapa bakteri sekaligus biasanya menunjukkan bukan cuma satu titik kesalahan, melainkan rangkaian masalah.

Mulai dari bahan baku yang sudah terkontaminasi sejak awal, proses memasak yang kurang matang, hingga penyimpanan yang terlalu lama di suhu ruang sebelum akhirnya disantap siswa.

Editor : Meitika Candra Lantiva
smpn 3 wates E Coli hasil uji laboratorium Kasus Keracunan MBG Kulon Progo Dinas kesehatan Kulon Progo