Dua Kapal Jungkung Terbalik Diterjang Ombak di Pantai Depok, Empat Orang Selamat

Editor Content • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:15 WIB
Dua kapal jungkung terbalik di Pantai Depok, Bantul, Minggu (23/8). (Istimewa)
Dua kapal jungkung terbalik di Pantai Depok, Bantul, Minggu (23/8). (Istimewa)

BANTUL - Dua kapal jungkung terbalik setelah diterjang ombak di perairan Pantai Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Minggu (23/8) pagi. Empat anak buah kapal (ABK) yang berada di dalam kapal berhasil dievakuasi petugas gabungan dalam kondisi selamat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, dua kapal jungkung tengah beraktivitas di sekitar perairan Pantai Depok. Namun, dalam waktu yang hampir bersamaan, kedua kapal tersebut terbalik setelah diterjang ombak.

Baca Juga: Dipergoki Istri Korban saat Masuk Rumah, Maling Uang Belasan Juta di Tanon Sragen Diringkus

Koordinator Wilayah Timur Satgas Linmas Jogo Segoro, Arief Nugraha, mengatakan kejadian tersebut pertama kali diketahui berdasarkan laporan warga yang melihat insiden tersebut.

Mendapat laporan, petugas piket bersama Satlinmas Rescue dan Ditpolairud Polda DIY langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. 

Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Sebab, posisi kapal yang terbalik berada beberapa meter dari bibir pantai sehingga petugas harus menerjang ombak untuk menjangkau para nelayan.

 Baca Juga: Museum Radya Pustaka Solo, Museum Tertua di Indonesia yang Menyimpan Jejak Peradaban Nusantara

“Evakuasi dilakukan dengan cara berenang membawa pelampung untuk menolong para nelayan yang terombang-ambing di laut,” ujar Arief.

Empat awak kapal akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi, seluruh korban dibawa ke Posko SAR Parangtritis untuk mendapatkan penanganan.

Berdasarkan data yang dihimpun, empat nelayan tersebut terdiri dari dua warga Desa Jetis, Cilacap, satu warga Bungkus, Parangtritis, dan satu warga Samas, Sanden.

 Baca Juga: Purworejo Bertabur Karnaval, Peringati HUT Kemerdekaan Pupuk Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

Dari empat nelayan tersebut, satu orang mengalami luka lecet ringan pada bagian tangan dan kaki kiri akibat benturan saat kapal terbalik.

 

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang di perairan selatan DIY.

Prakirawan Stasiun Meteorologi, Siti Winasari, mengatakan kondisi dinamika atmosfer dan laut di sekitar wilayah Jawa bagian selatan menunjukkan adanya penguatan angin timuran yang mencapai 30 knot. “Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang dalam beberapa hari ke depan,” jelas Siti.

 Baca Juga: Purworejo Bertabur Karnaval, Peringati HUT Kemerdekaan Pupuk Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong

Menurutnya, penguatan angin timuran dengan kecepatan tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang. “Terutama perahu nelayan dan kapal tongkang,” ujarnya.

Siti mengimbau para nelayan untuk selalu memeriksa informasi prakiraan cuaca dan tinggi gelombang melalui kanal resmi BMKG sebelum melaut.

Ia menjelaskan, kecepatan angin timuran umumnya berada di kisaran 10–20 knot. Ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot, kondisi tersebut dapat membuat kapal nelayan maupun kapal tongkang mulai terpengaruh dan bergoyang.

Karena itu, nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut demi menjaga keselamatan. (cr1)

Editor : Sevtia Eka Nova
ombak anak buah kapal (ABK) kapal jungkung pantai depok gelombang tinggi