KULON PROGO – Sebagai penyandang disabilitas low vision, Safika Aini kerap kesulitan saat melamar pekerjaan. Keberadaan bursa kerja inklusif yang digelat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo, Kamis (27/8) pun sangat membantunya.
Gadis 20 itu didampingi ibunya Sugiyati,41 khusus datang untuk mencari kerja. warga asal Kapanewon Wates mengaku bersemangat dengan bursa kerja tersebut. Lantaran, selama ini kesulitan mencari loker untuk penyandang disabilitas hambatan penglihatan low vision.
"Kalau kami mendukung, karena mencari loker khusus disabilitas sangat sulit," ungkapnya
Baca Juga: Perempuan di Magelang Ngaku Curi Motor gegara Kehabisan Uang
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kulon Progo Hardjanto menyebut, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam memperoleh pekerjaan yang layak.
Bahkan mayoritasnya, penyandang disabilitas memiliki kompetensi, dan keterampilan untuk bekerja di sektor formal. "Penyandang disabilitas sebenarnya memiliki kemampuan, hanya kesempatannya saja yang minim," ucap Hardjanto.
Bursa kerja inklusif merupakan upaya menjawab masalah kesempatan kerja penyandang disabilitas. Lantaran, masih banyak penyandang disabilitas kesulitan mencari loker hingga perusahaan yang mau mempekerjakan mereka.
Baca Juga: KA Malabar Tertemper Truk di Perlintasan Sumyang, Lokomotif Ringsek
Bursa kerja inklusif 2026 menyediakan 10 stand perusahaan yang dapat dilamar penyandang disabilitas. Mayoritas perusahaan berasal dari Kulon Progo yang telah merekrut sejumlah tenaga kerja disabilitas.
Dari 10 perusahaan tersebut tersedia lowongan sejumlah 164 loker. "Sejauh ini pencaker yang datang sekitar 150 orang, jadi memang masih kurang," ungkapnya.
Baca Juga: Tukang Becak Desil 9, Lurah Desil 8 di Wilayah yang Sama, Seberapa Akurat Data DTSEN?
Hardjanto berharap, pencari kerja yang mendaftar di bursa kerja dapat memanfaatkan momentum tersebut. Tenaga kerja diharap tak pilih-pilih pekerjaan. Lantaran, tak semua loker yang tersedia menampung kelompok disabilitas dengan hambatan tertentu.
Ia mencontohkan, loker cleaning service biasanya memperbolehkan penyandang disabilitas dengan hambatan tuna rungu atau tuna wicara. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo