Trauma Mereda, Korban Pengeroyokan di Pantai Sepanjang Gunungkidul Kembali Sekolah

Editor Content • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:00 WIB
LENGANG: Lorong SMPN 3 Tanjungsari sepi saat aktivitas belajar mengajar berlangsung Jumat (28/8). (DZIKA FAJAR/RADAR PURWOREJO)
 
LENGANG: Lorong SMPN 3 Tanjungsari sepi saat aktivitas belajar mengajar berlangsung Jumat (28/8). (DZIKA FAJAR/RADAR PURWOREJO)  

GUNUNGKIDUL - Setelah hampir sepekan tidak masuk sekolah karena masih trauma akibat dugaan pengeroyokan, pelajar SMP berinisial ZB akhirnya kembali mengikuti kegiatan belajar Jumat (28/8). Kondisi ZB dinilai mulai membaik sehingga sudah memungkinkan kembali beraktivitas di sekolah. Pihak sekolah pun terus memberikan pendampingan untuk memastikan proses pemulihan korban berjalan aman dan nyaman.

Kepala Sekolah SMPN 3 Tanjungsari Yayuk Sri Wahyuni mengatakan, selama korban tidak bersekolah, pihaknya tetap melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Baca Juga: PAW Lurah Caturtunggal, Sleman Diikuti 11 Pendaftar, Jadwal Verifikasi Administrasi Sampai Rabu

Sekolah juga berkomunikasi dengan sekolah lain yang siswanya diduga terlibat dalam perkara tersebut. “Tentu kami lakukan komunikasi secara langsung pascakejadian itu,” ujarnya ditemui di kantornya Jumat (28/8).

Untuk mendukung pemulihan ZB, sekolah akan melibatkan guru bimbingan dan konseling (BK). Pendampingan akan disesuaikan dengan kondisi korban selama kembali mengikuti kegiatan belajar.

Ayah korban, Yohanes Supoyo membenarkan, anaknya kembali bersekolah setelah kondisi fisik dan psikologisnya dinilai cukup memungkinkan. Meski kembali sekolah, kondisi ZB masih dalam pemantauan keluarga.

Baca Juga: Banyak Warga Masih Tinggal Kontrak, Pemkot Solo Siapkan Hunian Vertikal

Supoyo mengatakan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Gunungkidul untuk memastikan pendampingan dapat diberikan jika dibutuhkan. “Masih observasi sampai dengan besok hari Senin,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan, pihaknya telah mendatangi korban bersama tim perlindungan perempuan dan anak (PPA). Hasil pemantauan menunjukkan kondisi korban secara umum mulai membaik.

Namun, menurut Nunuk, kondisi psikologis ZB tetap perlu mendapat perhatian. Karena itu, pihaknya mendorong korban kembali ke sekolah ketika sudah merasa siap.

Baca Juga:  Edukasi Safety Riding Astra Motor Yogyakarta Bekali Generasi Muda Jadi Duta Keselamatan Berkendara

Lingkungan sekolah dan keluarga juga diminta memberikan rasa aman agar korban dapat menjalani proses pemulihan tanpa tekanan.

Dugaan pengeroyokan terhadap ZB sebelumnya terjadi di kawasan Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari, Sabtu (22/8). Kasus tersebut mencuat setelah video yang diduga merekam aksi kekerasan terhadap korban beredar di media sosial. Polisi masih menangani kasus tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. (cr1/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
smpn 3 tanjungsari trauma korban pengeroyokan pantai sepanjang