Gempa M5,3 Guncang Cilacap, Getaran Terasa hingga Wilayah Bantul, Kulon Progo, dan Sleman

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 20:43 WIB
Gempa M5,3 Guncang Cilacap. (Dokumentasi BMKG)
Gempa M5,3 Guncang Cilacap. (Dokumentasi BMKG)

SLEMAN - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,3 mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah pukul 12.05 Jumat (4/9). Gempa yang berpusat di laut selatan Cilacap tersebut turut dirasakan di sejumlah wilayah DIY, termasuk Bantul, Kulon Progo, dan Sleman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada kedalaman 69 kilometer. Episenter berada pada koordinat 8,27 derajat Lintang Selatan dan 109,02 derajat Bujur Timur, atau sekitar 59 kilometer sebelah selatan Kota Cilacap.

Baca Juga: Abadikan Momen Digendong Wapres Gibran di RSUD Maumere di NTT, Satpam Ini Dinamai Anaknya Maria Gibr

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan gempa menengah yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun," kata Wijayanto dalam keterangan tertulis Jumat (4/9).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, dan Kulon Progo. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ketika truk melintas.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Menelan Jiwa: Dua Relawan Jadi Korban, Satwa Liar Mati Perlahan

Getaran juga dirasakan di Pangandaran dengan intensitas II-III MMI. Sementara di Pacitan, Sleman, dan Wonogiri, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

"Hingga pukul 12.40, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," ujar Wijayanto.

BMKG akan terus memantau aktivitas kegempaan. Wijayanto pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pesannya.

Sementara itu, salah seorang warga Sleman, Mukhadi, mengaku merasakan guncangan gempa meski tidak terlalu kuat. Getaran hanya dirasakan sebentar dan seperti goyangan ringan. "Tidak sampai lari ke luar rumah. Tidak ada dampak pada fisik bangunan rumah juga," ujarnya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
lempeng eurasia lempeng indo-australia gempa cilacap Gempa bumi