JOGJA - Partai Gerindra mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029 dengan memperkuat kader muda Tunas Indonesia Raya (Tidar). Kader didorong aktif membangun jaringan, merangkul masyarakat, dan menggaet suara pemilih muda.
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Tidar Rocky Candra mengatakan, pembinaan kader muda merupakan fokus utama organisasi dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Ia ingin kader organisasi sayap Partai Gerindra itu bisa tampil lebih aktif. Serta membawa pengaruh positif dalam meramaikan dinamika politik anak muda di DIY.
“Kami mempersiapkan diri untuk membangun komunikasi, membangun jaringan, serta membantu masyarakat melalui kegiatan sosial, kependidikan, hingga politik praktis di setiap daerah," ujar Rocky usai membuka kegiatan Tunas 3 dan Musyawarah Daerah (Musda) Tidar di salah satu hotel di Jogjakarta, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Dua Hari Tak Pulang, Lansia 75 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Opak
Ia menjelaskan, Tidar juga telah dipersiapkan untuk menggaet suara anak-anak muda di kontestasi politik 2029 mendatang. Ini agar raihan Partai Gerindra dalam pemilu maupun pemilihan legislatif tingkat pusat hingga daerah dapat mencapai hasil maksimal.
Rocky menegaskan, kader Tidar memiliki peran penting untuk mendistribusikan program-program partai dengan cara dan gaya khas anak muda. Misalnya lewat cara yang jenaka dan kreatif agar politik lebih mudah dipahami.
Anggota DPR RI itu mengungkapkan, saat ini Tidar sudah terbentuk di 38 provinsi dan 13 negara, bahkan tahun ini ditargetkan bisa menambah pembentukan di 7 negara lain. Ia sangat optimistis peran kader-kader dari Tidar akan signifikan untuk mendongkrak capaian suara pada pemilu.
“Target kami adalah membentuk karakter anak-anak muda untuk memenangkan Gerindra. Itu target utama kami,” tegas Rocky.
Baca Juga: Bu Nyai Husnul Khotimah, Sosok di Balik Panjangnya Pendidikan Santri Putri Komplek Q Krapyak
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DIY Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo mengingatkan agar para kader Tidar aktif merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang. Termasuk membangun kolaborasi yang baik dengan sesama anak muda, mahasiswa, masyarakat umum, hingga pengurus pendahulu.
“Kalian anak-anak muda ini yang akan menjadi ujung tombak. Harus punya wawasan luas, hati dan pikiran yang terbuka sebagai modal ke depan untuk membawa amanah dan memberi perubahan yang lebih baik,” pesan Marrel dalam sambutannya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita