SLEMAN - Sejumlah siswa di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (7/9) lalu. Saat itu menu yang diberikan pada penerima manfaat terdiri dari nasi putih, bola-bola sapi goreng, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, berdasarkan pembaruan data terakhir, sudah dilakukan pada 679 responden dengan rincian 539 mengonsumsi MBG dan 140 tidak mengonsumsi. Hasilnya ada 134 orang di mengaku mengalami gejala sakit dan 545 lainnya tidak sakit. Dari jumlah tersebut kasus terbanyak ditemukan di SMPN 3 Turi sebanyak 81 kasus.
"Gejala terbanyak adalah pusing, mual, sakit perut, lalu sakit kepala," katanya, Minggu (13/9).
Yuli menjelaskan, bola-bola sapi goreng memang menunjukkan ukuran asosiasi paling tinggi atas peristiwa ini. Hanya saja hal ini masih belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian dan masih terus dilakukan analisis epidemiologi.
Direktur RSUD Sleman Wisnu Murti Yani menjelaskan, dua pasien yang sempat rawat inap di RSUD Sleman sudah pulang seluruhnya. Kedua pasien ini masuk pada Senin (7/9) lalu satu orang pulang pada Rabu (9/9) dan satu orang lagi pada Kamis (10/9). Dia sebut saat pasien masuk kondisinya mual-mual, sakit kepala, dan muntah-muntah. Lantaran saat itu muntah berlangsung terus sehingga memang perlu rawat inap.
"Yang paling terakhir pulang ini memang agak berat gejalanya sehingga pemulihannya paling panjang," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Wonokerto Turi Rifqi Dimas Pratama menyampaikan, permohonan maaf atas peristiwa keracunan ini. Dia mengaku sangat menyesalkan terjadinya peristiwa ini serta dampak yang dirasakan oleh penerima manfaat dan keluarganya. Dia memastikan bahwa peristiwa ini akan jadi perhatian dan evaluasi serius bagi SPPG Wonokerto.
Baca Juga: Kronologi Penembakan Wili Mbuik ASN Dinas Pertanian oleh KKB di Papua, Jenazah Korban Dipulangkan
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada seluruh penerima manfaat, orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat yang terdampak oleh peristiwa ini," katanya.
Sejak kejadian tersebut, seluruh penerima manfaat yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan perawatan dari Puskesmas Turi maupun RSUD Sleman. Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, SPPG Wonokerto Turi dia sebut berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada para penerima manfaat beserta keluarganya selama proses penanganan berlangsung. "Kami juga akan memberikan bentuk kompensasi kepada pihak yang terdampak," tambahnya.
Rifqi menerangkan sebagai tindak lanjut atas kejadian ini, operasional SPPG Wonokerto Turi untuk sementara dihentikan. Hal ini guna mendukung proses evaluasi secara menyeluruh yang meliputi sarana dan prasarana, sumber daya manusia, proses operasional, pengelolaan bahan baku, serta penerapan standar keamanan pangan. Dia memastikan pihaknya akan menghormati dan mendukung sepenuhnya proses investigasi yang dilakukan oleh instansi terkait.
"Kami berkomitmen untuk menjalankan setiap rekomendasi yang nantinya diberikan sebagai bagian dari upaya perbaikan yang berkelanjutan," tambahnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Nova