Progres Jembatan Kewek Capai 42 Persen, Ditarget Bisa Dilewati Sebelum Nataru

Safinatun Najah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:26 WIB
Pembangunan Jembatan Kewek di kawasan Kali Code, Danurejan, Kota Yogyakarta (Dok. ANTARA)
Pembangunan Jembatan Kewek di kawasan Kali Code, Danurejan, Kota Yogyakarta (Dok. ANTARA)

Progres revitalisasi Jembatan Kewek di Kota Yogyakarta telah mencapai 42 persen hingga 13 September 2026. Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY menargetkan jembatan tersebut sudah dapat dilalui masyarakat sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tisara Sita mengatakan pekerjaan pembangunan masih berlangsung sesuai tahapan. Pemerintah menargetkan Jembatan Kewek dapat kembali dilalui masyarakat sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Pekerjaan fisik masih terus dikebut meskipun serah terima sementara atau Provisional Hand Over (PHO) dijadwalkan pada Desember, pihaknya mengupayakan jembatan dapat digunakan lebih awal.

Sejumlah pekerjaan pada bagian fondasi telah diselesaikan, termasuk bore pile dan secant pile. Bore pile merupakan jenis fondasi dalam berbentuk tiang yang ditanam ke dalam tanah untuk menopang beban struktur bangunan. Saat ini, fondasi bore pile tengah menjalani pengujian untuk memastikan daya dukung dan kondisi struktur fondasi.)

Apabila hasil pengujian dinyatakan baik dan sesuai dengan persyaratan teknis, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembesian abutment atau bagian kepala jembatan. Setelah pemasangan tulangan selesai, tahapan berikutnya adalah pengecoran abutment.

Baca Juga: Badak Putih Utara Disebut punah secara Fungsional, Hanya Tersisa Dua Betina di Dunia

Selain bore pile, pekerjaan secant pile pada bagian samping jembatan juga telah selesai. Sementara pekerjaan pasangan batu masih menyisakan sebagian kecil pekerjaan.

Tahapan berikutnya adalah pemasangan girder. Satker PJN DIY menargetkan proses erection girder dapat dilakukan pada awal Oktober 2026. Girder merupakan balok struktur utama yang akan dipasang pada bagian atas jembatan sebagai penopang konstruksi jalan.

Jembatan baru tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar total 16 meter. Dari lebar tersebut, sekitar 11 meter akan digunakan sebagai jalur kendaraan, sedangkan sisi lainnya diperuntukkan bagi trotoar.

Pembangunan Jembatan Kewek merupakan bagian dari penggantian jembatan lama. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2026, tetapi pemerintah berupaya agar akses tersebut dapat difungsikan sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru.

Jika target tersebut tercapai, masyarakat dapat kembali menggunakan Jembatan Kewek untuk mendukung mobilitas di kawasan Kota Yogyakarta menjelang periode Nataru.

 

Editor : Bahana.
Yogyakarta jembatan kewek Malioboro