Menu MBG Ayam Goreng Berlendir Buat 27 Siswa MTs Maarif Kulon Progo Mual dan Muntah

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:11 WIB

 

Sejumlah siswa sakit perut, mual dan muntah diduga keracunan menu MBG. (AI Generated)
Sejumlah siswa sakit perut, mual dan muntah diduga keracunan menu MBG. (AI Generated)

 

 

KULON PROGO – Lantaran mengonsumsi terlebih dahulu menu MBG, 27 siswa pria di MTs Maarif Jangkaran, Temon, Kulon Progo diduga keracunan, Rabu (16/9). Awalnya, mengeluhkan pusing, kemudian berlanjut mual dan muntah. Diduga penyebabnya karena menu ayam goreng yang berlendir.

"Jadi gejalanya cepat, sekitar 30 menit setelah di makan," ungkap Kepala Madrasah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maarif Jangkaran Muh Nizar

Sebanyak 27 siswa sekolahnya mengalami gejala keracunan. Gejala tersebut, sebelumnya baru dirasakan beberapa siswa pada pukul 10.00. Namun, gejala keracunan mulai banyak dirasakan puluhan siswa lain.

Baca Juga: Wamenkes Dapat Tugas Khusus dari Presiden Tangani TBC, Magelang Diminta Perkuat Deteksi Kasus

 Bahkan empat siswa dengan gejala parah sempat mendapat perawatan di Puskesmas Temon 2. "Makanan datang sekitar pukul 08.30, dan baru dikonsumsi sekitar pukul 09.30 jam istirahat pertama," ucap Nizar

Nizar menyampaikan, awalnya distribusi MBG berjalan normal dan sesuai jadwal biasanya. MBG dengan menu nasi, sayur jipang serta bakso, dan ayam goreng disantap siswa sekitar pukul 09.30. Saat itu, baru satu kelas laki-laki yang mengonsumsi makanan tersebut, yaitu kelas 9 laki-laki. Sedangkan, kelompok perempuan belum mengonsumsi MBG.

Kelompok siswa laki-laki biasanya memang mengonsumsi MBG lebih awal. Lantaran, kelompok siswa laki-laki memang menunggu makanan MBG. Gejala serupa, juga dirasakan oleh kelompok laki-laki kelas 7. Siswa kelas 7 juga mengonsumsi MBG yang sama.

Baca Juga: Kemdiktisaintek Luncurkan SatuBeasiswa, 71 Program Beasiswa Terhimpun dalam Satu Portal

Kondisi itu membuat pihak sekolah menduga penyebab keracunan berasal dari MBG. Terlebih, SPPG penyedia MBG sempat menarik peredaran menu yang telah sampai di sekolah. Setelah diusut, penarikan menu tersebut disebabkan temuan serupa di SMP Muhammadiyah 1 Temon.

Penarikan menu tersebut membuat mayoritas siswa di MTs Maarif Jangkaran tak terdampak keracunan. Hanya siswa yang mengonsumsi MBG-lah yang mengalami gejala. Kini sebagian siswa yang bergejala telah mendapat perawatan dan kembali beraktifitas normal. "Kalau keluhan dari siswa, menu ayam goreng berlendir," ungkapnya.

Siswa MTs Maarif Jangkaran sempat menemukan keanehan pada menu MBG yang dibagikan. Kelompok siswa perempuan, menemukan ayam goreng berlendir. Mereka akhirnya memutuskan tak memakan menu tersebut.

Baca Juga: Viral Berdandan Seperti Wanita Saat Mengajar, Guru Honorer SD di Tolitoli Akhirnya Diberhentikan

Sehingga, tak merasakan dampak keracunan. Pihak sekolah sebenarnya telah melakukan pengecekan sebelum membagikan menu MBG ke siswa. Nizar bahkan sempat mencicipi makanan MBG dan tak menemukan keanehan.

Informasi yang dikumpulkan Radar Jogja, penarikan menu MBG membuat belasan sekolah tak mendapat jatah distribusi. Salah satunya MTSN 2 Kulon Progo yang tak mendapat jatah distribusi. Beberapa sekolah lain, juga mengalami serupa. Diduga penarikan MBG dilakukan oleh manajemen SPPG Palihan.

Kepala Puskesmas Temon 2 Viera Juniver Thenu menyampaikan, gejala keracunan berawal dari komunikasi sekolah dengan puskesmas. Sekitar pukul 11.00, sekolah mengantarkan empat siswa yang mengalami gejala mual muntah.

Baca Juga: Ratusan Pelajar di Wamena Gelar Aksi Tolak MBG dan Tuntut Pendidikan Gratis

Empat siswa itu kemudian mendapat perawatan. Sambil merawat siswa, pihaknya menerjunkan personel untuk ke MTS Maarif guna menakar dampak keracunan."Dugaannya keracunan, tapi penyebabnya belum kami ketahui," ucap Viera.

Menurut dia, gejala keracunan bergantung dengan bakteri. Beberapa bakteri memiliki masa inkubasi yang menimbulkan gejala relatif cepat. Jika melihat jarak waktu yang ada 30 menit waktu masa inkubasi yang wajar. "Tergantung bakterinya, tapi kami belum bisa menyebutkan apa penyebabnya," ungkapnya.

Dari pemantauan lapangan tersebut, pihaknya dapat menduga awal gejala keracunan. Terlebih Puskesmas Temon 2 sempat mengamankan satu porsi menu MBG dari sekolah penerima. Pengambilan sampel dapat dilakukan, mengingat SPPG sempat melakukan penarikan sampel diseluruh sekolah penerima. "Teman-teman tadi ada membawa satu sampel dari sekolah lain yang bukan terdampak," ungkapnya.
(gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
MTs Maarif ayam goreng temon keracunan mbg KULON PROGO