Tenaga Pendidik Diminta Cek Kondisi MBG sebelum Dikonsumsi, Jika Janggal Segera Laporkan ke SPPG

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 05:50 WIB
Ilustrasi ratusan siswa diduga keracunan MBG di Ngadirojo, Wonogiri.
Ilustrasi ratusan siswa diduga keracunan MBG.

 

 

KULON PROGO – Tanggung jawab tenaga pendidik (Tendik) di sekolah kini bertambah. Yaitu dengan melakukan uji organoleptik terhadap menu makanan bergizi gratis (MBG) sebelum dikonsumsi. Jika menemukan kejanggalan dalam MBG diminta segera melapor ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

"PIC diharapkan melakukan uji organoleptik sederhana, sebelum makanan dikonsumsi," ucap Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman Harsono Budi Waluyo, Jumat (18/9).

Menurut dia, di tiap sekolah sudah ada person in charge (PIC) atau penanggung jawab, yaitu guru atau tenaga pendidik untuk melakukan pengecekan MBG. Pengecekan harus dilakukan sebelum MBG dikonsumsi penerima manfaat.

Baca Juga: Siswa Kulon Progo Suarakan Dugaan Pelecehan, Muncul Isu Ancaman Dikeluarkan dari Sekolah

Uji organoleptik merupakan pengujian sederhana dengan didasari kondisi makanan. Biasanya uji organoleptik berfokus pada pengamatan warna hingga tekstur makanan. Selain itu, makanan perlu diuji aroma dan rasanya. Tujuannya untuk memastikan makanan wajar dan layak untuk dikonsumsi.

PIC juga diminta mencermati label pada menu MBG. Label menu MBG berisikan menu, hingga jam konsumsi. Tak sekedar label yang perlu dicermati, PIC bertanggung jawab atas waktu konsumsi yang tepat agar tak melewati batas waktu konsumsi aman. "PIC dapat langsung melapor ke SPPG secara berjenjang agar dapat ditindaklanjuti," ungkapnya.

Apabila PIC menemukan kejanggalan terhadap menu MBG, maka dapat melaporkan ke SPPG penyedia. Tujuannya, agar menu MBG tidak dikonsumsi mengingat kerawanan keracunan yang ada. Rangkaian langkah tersebut, diklaim mampu menurunkan kejadian keracunan.

Baca Juga: Akan Dibangun Setinggi 15 Meter, Monumen Paku Bumi Bakal Jadi Landmark Baru Kota Magelang

Sementara itu, Kepala Madrasah MTs Jangkaran Muh Nizar menyampaikan, upaya pencegahan kasus keracunan MBG telah dilakukan sekolah. Salah satunya dengan mencicipi menu MBG sebelum dikonsumsi siswa. Namun, kenyataannya kejadian keracunan tetap terjadi. "Makanan yang kami terima dipastikan aman," ungkapnya.

Nizar menjelaskan, kejadian keracunan di madrasahnya tak meluas. Lantaran, SPPG menarik puluhan porsi menu MBG. Penarikan porsi makanan itu, dilakukan oleh SPPG yang menerima laporan kejanggalan menu MBG di sekolah lain. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
tendik SPPG KERACUNAN KULON PROGO Mbg