RADAR PURWOREJO - Berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta ternyata tak hanya soal menyiapkan dagangan dan mencari pembeli.
Sejumlah biaya lain juga disebut harus dikeluarkan pedagang selama menjalankan usaha di kawasan tersebut.
Hal itu terungkap dalam sebuah video yang dibagikan akun TikTok @dyahfardisa owner Bolosego.
Dalam video tersebut, owner Bolosego menceritakan sejumlah pengeluaran yang harus dipenuhi selama berjualan di Alkid.
Baca Juga: Aturan Baru Kemenag: Murid dan Guru Dilarang Pakai Gawai Saat Jam Pelajaran Sekolah
Salah satu yang disebutkan adalah izin resmi dari Keraton.
Selain itu, pedagang juga menyebut adanya biaya parkir Rp 1 juta perhari, dari yang awalnya Rp 2,5 juta per hari.
Meski dalam keterangannya angka tersebut masih bisa dinegosiasikan.
Tak berhenti di situ, pedagang tersebut juga diminta menyediakan makanan untuk sekitar 10 orang yang disebut sebagai preman.
Pengeluaran itu menjadi salah satu bagian dari biaya yang harus dipikirkan ketika berjualan.
Baca Juga: Tenaga Pendidik Diminta Cek Kondisi MBG sebelum Dikonsumsi, Jika Janggal Segera Laporkan ke SPPG
Ada pula cerita mengenai permintaan untuk memberikan makanan kepada tiga polisi.
Selain biaya-biaya tersebut, pedagang mengatakan penggunaan listrik juga masih dikenakan pembayaran tersendiri.
Berbagai pengeluaran itu membuat modal yang dibutuhkan untuk berjualan di Alkid bukan hanya berasal dari bahan dagangan dan kebutuhan operasional.
Pedagang juga perlu memperhitungkan biaya lain yang disebut muncul selama berjualan di kawasan tersebut.
Unggahan tersebut viral dan menarik perhatian warganet karena memperlihatkan sisi lain dari aktivitas jualan di salah satu kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan di Jogja.
Baca Juga: Pura-Pura Tidur di Bus, Pria Ini Diduga Raba Paha Penumpang Perempuan
Cerita pedagang itu memberikan gambaran mengenai berbagai pengeluaran yang menurutnya harus dihadapi selama berjualan.
"Ternyata, potensi pungli tinggi," tulis salah satu warganet.
"Jogja semakin ngeri, sana-sini pungli, banyak oknum minta jatah," tulis warganet lainnya.