Pokdarwis Watu Bolong Bantah Klaim On The Rock, Sebut saat Sosialisasi Warga Tak Dilibatkan

Dzika Fajar • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 04:00 WIB
Warga Kapanewon Tanjungsari sedang memandangi pembangunan di area perbukitan karst Pantai Watu Bolong. DOK. RADAR JOGJA
Warga Kapanewon Tanjungsari sedang memandangi pembangunan di area perbukitan karst Pantai Watu Bolong. DOK. RADAR JOGJA

 

 

 

 

 

 

 

GUNUNGKIDUL – Klaim pengelola objek wisata On The Rock dibantah ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Watu Bolong, Yulioto.

 Terutama terkait proses sosialisasi pembangunan destinasi wisata di kawasan Pantai Drini, Banjarejo, Tanjungsari itu. Dia menyebut warga lokal dan kelompok Watu Bolong tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi.

 

Diberitakan sebelumnya, perwakilan manajemen On The Rock Tarko Sudiarno mengaku terkait proses sosialisasi telah melakukan sebanyak tiga kali sebelum pembangunan berlangsung.

Baca Juga: Ruang Publik Taman Budaya Embung Giwangan Jadi Pilihan Warga untuk Habiskan Waktu di Sore Hari

Tarko juga mengatakan manajemen telah mendata 16 warung nonpermanen di lokasi. Dari jumlah tersebut, 12 pemilik disebut bersedia pindah setelah menerima tali asih dan mendapat warung baru di kawasan Pantai Drini. Sementara empat lainnya disebut menolak tawaran tersebut.

 

Yulioto membenarkan pihak On The Rock pernah melakukan sosialisasi di tingkat kalurahan. Namun, dia menyebut kegiatan tersebut hanya dilakukan dua kali dan tidak melibatkan kelompok Watu Bolong maupun warga lokal.

"Yang mereka hadirkan hanya orang-orang mereka yang pro ataupun tenaga kerja mereka yang dalam pengakuan mereka warga lokal atau warga kelompok Watu Bolong," kata Yulioto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/9).

Baca Juga: Baru Terima Pasokan Empat Truk Fuso, Kerugian Kebakaran di Winong Boyolali Tembus Rp 250 Juta

 

Menurut dia, warga lokal dan anggota kelompok Watu Bolong justru tidak pernah diundang dalam kegiatan tersebut. Yulioto juga memberikan penjelasan mengenai jumlah anggota Pokdarwis Watu Bolong. Dia menyebut kelompok tersebut sejak awal memiliki 37 anggota. "Saya tidak mengurangi ataupun menambah," tegasnya.

 

Jumlah tersebut, lanjutnya, sempat berkurang menjadi 30 orang setelah tujuh orang memilih pindah ke lapak On The Rock. "Lalu memang ada beberapa yang pro ke investor, termasuk lurah kami, Lurah Banjarejo dan pengikutnya berjumlah tujuh orang memilih pindah ke lapak On The Rock," ujarnya.

 Baca Juga: Sultan HB X Serahkan Dugaan Pungli di Alkid kepada Polisi dan Pemkot Yogyakarta

Setelah itu, kelompok menyepakati untuk mengembalikan jumlah anggota seperti semula menjadi 37 orang. Yulioto juga menyebut sejumlah fasilitas yang sebelumnya dibangun bersama warga turut terdampak pembangunan On The Rock. Di antaranya kamar mandi atau toilet umum serta masjid atau musala.

 

Atas sejumlah keterangan yang disampaikan manajemen, Yulioto menyatakan memiliki informasi berbeda mengenai kondisi di lapangan. Dia bahkan menyatakan siap dipertemukan langsung dengan Tarko untuk membahas persoalan tersebut. "Semua yang disampaikan itu tidak ada yang benar. Saya siap untuk dipertemukan dengan beliau langsung," tegasnya. (cr1/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
pantai watu bolong on the rock Gunungkidul Pokdarwis pantai drini