Lazimnya cek kesehatan dilakukan di puskesmas atau rumah sakit. Namun, warga Kalurahan Sentolo memiliki kesempatan berbeda untuk cek kesehatan gratis di dalam rangkaian kereta api Rail Clinic. Kereta api miliki PT KAI itu jarang terlihat di publik. Lantaran, hanya muncul saat kegiatan bakti sosial ataupun saat peristiwa bencana alam.
Ratusan masyarakat Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo sejak pagi hari telah memadati Stasiun Sentolo yang tak aktif lagi untuk mengangkut penumpang. Kehadiran warga bukan untuk melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api, melainkan mengikuti cek kesehatan gratis yang digelar oleh PT KAI Daop 6 Jogjakarta.
Di hari biasa, Stasiun Sentolo hanya dilewati kereta api yang tak bersinggah di sana. Namun, sejak pagi hari rangkaian kereta api dengan warna putih dan corak hijau ditambah sirine di atas lokomotif telah terparkir di depan stasiun.
Baca Juga: Edan! Ibu di Solo Tega Jual Bayinya Seharga Rp 6 Juta, Mengaku Tak Sanggup Merawat
Satu persatu warga mulai memasuki gerbong kereta yang terparkir itu. Salah satunya, warga Padukuhan Siwalan Bagiman yang memasuki rangkaian kereta untuk melakukan cek kesehatan gratis.
"Tadi cek kesehatan, ada tes asam urat, kolesterol dan gula darah, hasilnya baik dan mengambil obat," ucap Bagiman, Kamis (26/9).
Kali pertama baginya menjalani cek kesehatan gratis di dalam rangkaian kereta. Untuk mengikuti kegiatan itu, lansia yang masih kuat berjalan itu harus mendaftar terlebih dahulu di pamong Kalurahan Sentolo.
Baca Juga: Anjing Mendadak Melompat, Dua Pemotor Tabrakan di Jalan Jogja-Wonosari
Setelah terdaftar, warga akan mendapat undangan. Keesokan harinya, warga akan melakukan verifikasi diri sebelum memasuki gerbong Rail Clinic.
Gerbong Rail Clinic memiliki perbedaan dibanding dengan gerbong penumpang. Pasalnya gerbong tersebut disekat menjadi beberapa ruangan. Mulai dari ruangan pemeriksaan, poli gigi hingga pengambilan obat. Setiap ruangan memiliki dokter yang berjaga untuk pemeriksaan.
Bagiman memulai cek kesehatan gratis dengan tiga tes, yaitu tes kolesterol, gula darah, dan asam urat. Hasil tersebut kemudian disampaikan ke Bagiman. Dari situ, peserta cek kesehatan gratis bepindah gerbong ke beberapa poli yang diarahkan oleh dokter.
Baca Juga: Ibu Melahirkan di Dalam KRL Serpong, Petugas dan Penumpang Ibu-Ibu Sigap Bantu Persalinan
Jika memiliki keluhan pada gigi, peserta diarahkan ke poli gigi. "Hampir sama pelayanan dengan rumah sakit, jarak antarpoli juga tidak jauh," ungkapnya.
Hampir sama dengan rumah sakit, pelayanan Rail Clinic lengkap dengan fasilitas kesehatan. Salah satu contohnya, poli gigi yang dilengkapi dengan dental set yang kerap ditemui di dokter gigi.
Bahkan dalam poli tersebut dilengkapi, kamera intraoral untuk melihat gigi berlubang. Kebanyakan peserta yang memeriksakan gigi adalah anak-anak sekolah dasar. Mereka cukup antusias dalam mengikuti cek kesehatan gratis itu.
Baca Juga: Konselor Kebudayaan Iran Sambangi UGM, Dorong Kerja Sama Pendidikan hingga Riset
Selain cek kesehatan gratis, Rail Clinic terdiri dari dua gerbong kesehatan dan dua gerbong kereta pustaka. Selama menunggu tes kesehatan, anak-anak diajak di dalam kereta pustaka. Gerbong tersebut didesain menjadi perpustakaan berjalan.
Lantaran, banyak buku tersimpan di sana dengan tempat yang nyaman untuk membaca. Di gerbong pustaka, anak-anak mendapat edukasi kesehatan gigi dengan layar interaktif dan tempat duduk kereta penumpang. (pra)
Editor : Heru Pratomo