Pascakebakaran Hamzah Batik Malioboro, Dorong Alihkan Karyawan ke Cabang Lain selama Pemulihan

Guntur Aga Tirtana • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 21:59 WIB
Kondisi bangunan Hamzah Batik pascakebakaran di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Senin (28/9/2026). Kebakaran yang terjadi dini hari tersebut menghanguskan bagian lantai tiga dan empat bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Kondisi bangunan Hamzah Batik pascakebakaran di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Senin (28/9/2026). Kebakaran yang terjadi dini hari tersebut menghanguskan bagian lantai tiga dan empat bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogj

JOGJA - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY akan memberikan pendampingan kepada sekitar 100 karyawan Hamzah Batik Malioboro yang terdampak kebakaran, Senin (28/9/2026). Pendampingan dilakukan untuk memastikan keberlangsungan kerja dan pemenuhan hak-hak normatif pekerja selama toko ditutup sementara untuk masa pemulihan.

Kepala Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo mengatakan, langsung menerjunkan tim pengawas ketenagakerjaan dan hubungan industrial ke lokasi usai kebakarant terjadi. Ini untuk memantau situasi secara langsung.

“Langkah awal kami adalah mendampingi pihak manajemen dan pekerja,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Kemen PU Kejar Target Bendungan Jragung Selamatkan Ribuan Hektare Sawah dari Kekeringan dan Rob

Dia berharap manajemen Hamzah Batik Malioboro yang terletak di di Jalan Margo Mulyo, Gondomanan, Kota Jogja dapat mencarikan solusi terbaik bagi karyawan yang terdampak. Salah satunya bisa dengan pengalihan tugas sementara ke unit usaha atau cabang lain. Sehingga tidak sampai mengorbankan mata pencaharian para pekerja.

“Kami dari Disnakertrans DIY juga turut prihatin atas musibah kebakaran di Hamzah Batik Malioboro,” katanya.

Sementara itu, Manajer Hamzah Batik Malioboro Agung Sanjaya mengatakan, akan menutup sementara toko hingga batas waktu yang belum ditentukan pascakebakaran terjadi. Saat ini, dia pun masih menunggu pihak berwenang melakukan pengecekan kondisi pascakebakaran.

“Hari ini rencana dari Inafis mau ke TKP, baru nanti kita koordinasi dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Baca Juga: Atlet Klaten Leo Rolly Carnando cetak sejarah, bawa Indonesia raih emas pertama Asian Games 2026

Dia pun menceritakan awal mula kebakaran, petugas keamanan mendengar suara letupan dari gudang belakang tempat penyimpanan stok batik. Saat dicek, sudah terlihat api sekitar pukul 01.00. Petugas kemudian mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi api sudah terlalu besar.

“Damkar langsung cepat ke sini, saya dikabari setengah dua pagi sudah ada damkar beberapa,” tuturnya.

Hingga pukul 04.30, api sudah padam. Sementara itu, lantai satu dan dua tidak terdampak api dan hanya terkena air bekas pemadaman. “Dugaan awalnya saya belum berani berspekualasi,” jelasnya.

Baca Juga: Astra Motor Resmikan Desa Sejahtera Astra Bengkaung, Dorong Potensi Desa secara Berkelanjutan

Pantauan Radar Jogja di lokasi sekitar pukul 10.00, masih terdapat dua unit pemadam kebakaran untuk melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang tersembunyi. Garis polisi juga telah dipasang di sekitar lokasi. Sejumlah warga dan wisatawan masih terlihat menyaksikan lokasi kejadian. Beberapa polisi juga masih berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mencari tahu penyebab kebakaran.  (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Hamzah Batik Malioboro cabang lain toko ditutup sementara Disnakertrans DIY kebakaran