KULON PROGO – Pemkab Kulon Progo kembali memastikan pengisian jabatan melalui metode talent pool. Metode ini dinilai mampu meningkatkan kinerja ASN, sekaligus mengatasi masalah klasik PNS tinggal di satu jabatan saja.
Komitmen penggunaan talent pool ini dibuktikan dengan dilantiknya puluhan pejabat pemkab di Aula Adikarto Pemkab Kulon Progo, Senin (28/9).
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengambil sumpah dan janji tiga pejabat jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP), 22 pejabat administrator, 10 pejabat pengawas, dan satu kepala puskesmas.
Baca Juga: Mobil Terguling di Tol Jogja-Solo Wilayah Boyolali, Tiga Orang Penumpang Terluka
Total 36 pejabat dilantik dan sebelumnya telah menjalani model pengisian jabatan metode talent pool. "Sebagian besar sudah talent pool, dan kita genapkan dengan kebijakan lokal, tapi dasar analisisnya tetap talent pool," ucap Agung, saat dikonfirmasi Radar Jogja, Senin (28/9).
Agung menyampaikan, hampir seluruh ASN di lingkup pemkab telah masuk dalam data base talent pool. Data talent pool ini didasarkan pada statistik dan penilaian objektif oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Melalui skema itu, pengisian jabatan di lingkup pemkab jauh dari kata like and dislike atasan atau kepala daerah. Lantaran, talent pool mempertimbangkan kinerja, kompetensi, hingga kualifikasi.
Baca Juga: Kemen PU Kejar Target Bendungan Jragung Selamatkan Ribuan Hektare Sawah dari Kekeringan dan Rob
Dalam pelantikan terbaru, nama Heni Hermawati yang kini menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan merupakan pejabat hasil talent pool. Lantaran, promosi dari jabatan sekretaris dinas menjadi kepala dinas tanpa melalui lelang jabatan.
Sebelumnya, penggunaan talent pool juga dilakukan pada kepala dinas tenaga kerja. "Kalau ngendok (berdiam diri) terus di satu jabatan, menandakan dia tidak siap dan tidak akan berkembang," ucapnya.
Agung berencana menerapkan talent pool pada pengisian jabatan serupa. Pasalnya, masih banyak ASN yang enggan berkarir serius di pemerintahan. Padahal, organisasi sangat membutuhkan kompetensi mereka. Hal ini dibuktikan dengan beberapa PNS masa bakti belasan tahun, namun tak berpindah atau promosi jabatan.
Baca Juga: Astra Motor Resmikan Desa Sejahtera Astra Bengkaung, Dorong Potensi Desa secara Berkelanjutan
Metode talent pool mampu mendorong PNS untuk naik jabatan. Lantaran, skema talent pool dapat mempersiapkan PNS yang masuk kategori kotak 7,8,9 dapat dipromosikan sewaktu-waktu. Tentu promosi dilakukan sesuai kebutuhan organisasi.
Promosi sewaktu-waktu dapat mengagetkan PNS, tapi pemkab berharap agar PNS dapat beradaptasi secepat mungkin."Ya pasti mak gragap tiba-tiba dipromosikan, tapi saya berharap agar PNS bisa beradaptasi secepat mungkin," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BKP SDM Kulon Progo Triyanto Raharjo membenarkan, pengisian jabatan telah menggunakan talent pool dan tak perlu membuka lelang jabatan.
Baca Juga: Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap 8 Siswa, Eks Kepala SMPN 18 Malang Terancam Pasal Berlapis
Lantaran, banyak PNS yang sebenarnya telah memenuhi kualifikasi dan kompetensi untuk mengisi jabatan-jabatan kosong. "Kami optimalkan menggunakan manajemen talenta, karena pemkab telah memenuhi syarat untuk itu," ungkapnya.
Triyanto menyampaikan, metode talent pool mampu mempersingkat waktu dalam pengisian jabatan. Lantaran, data base talent pool telah dipetakan secara otomatis. Hal ini, berbeda dengan lelang jabatan yang membutuhkan waktu lebih lama, mulai dari pembukaan lelang hingga seleksi. (gas/pra)