GUNUNGKIDUL - Ada hal menarik ketika Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih berkunjung ke Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Jumat (2/10/2026).
Tak disangka, dia membeli sandal jepit.
Bukan sembarang sandal jepit, ini mengingatkannya pada masa kecilnya memakai sandal jepit Daimatu Bowling dan sandal Boyo.
“Dulu kalau punya ini tandanya cowok atau cewek berkelas,” kenang Endah, Jumat (2/10/2026).
Hal yang paling melekat di benaknya, terkait dua jenis sandal itu, ada pada keawetannya.
Ciri khasnya ada pada gambar bowling, dengan bagian kendarat yang berwarna-warni.
Baca Juga: Bupati Kulon Progo Bersyukur dengan RAPBN 2027 karena Tunda UU HKPD dan Alihkan Beban PPPK
Endah mengatakan sandal Daimatu Bowling memiliki daya tahan meskipun bagian alasnya sudah menipis, namun gambar bowling pada permukaan sandal masih dapat terlihat.
Ini menjadi salah satu alasan produk tersebut berkesan baginya.
“Sandal ini awet. Bahkan jika habis ininya (alasnya), nanti gambar bowling-nya masih ada,” ujarnya.
Menurut endah, dua merek tersebut mengingatkannya pada masa ketika sandal tertentu menjadi bagian dari gaya hidup.
Baca Juga: Akibat Kabel Internet Ngelewer, Emak-Emak di Sragen Alami Patah Tulang Kaki
Sandal Boyo juga tak luput dari perhatiannya.
Endah menyebutnya sebagai salah satu sandal legendaris yang kini keberadaannya mulai tergerus zaman.
Ingatan Endah kemudian beralih pada iklan sandal Boyo yang pernah populer.
Ia masih mengingat sosok yang menjadi bintang iklan produk tersebut.
“Dulu iklannya dibintangi oleh Nilla Sari, rocker idola kita,” ujarnya.
Bagi pedagang, keberadaan sandal-sandal lama seperti itu menjadi bagian dari barang yang masih dipertahankan di tengah perubahan pola belanja masyarakat.
Baca Juga: Dari Bekasi ke Barcelona: Ibra, 11 Tahun, Terpilih Berlatih di Markas Barça
Safitri, salah seorang penjual sandal di Pasar Argosari, Safitri mengatakan penjualan saat ini tidak seramai dulu.
“Penjualan sandal sekarang sepi, Mas. Kalah sama online. Sekarang apa-apa kan bisa beli online,” katanya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang kembali mengenal dan membeli produk pedagang pasar.
Menurutnya, perhatian terhadap barang-barang yang mulai langka juga dapat membantu menghidupkan kembali perdagangan di pasar tradisional. (cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva