Sambangi Pasar Argosari, Bupati Gunungkidul Beli Dua Pasang Sandal Jadul

Dzika Fajar • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:15 WIB
MULAI LANGKA: Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih membeli sandal Daimatu Bowling dan Boyo saat berkunjung ke Pasar Argosari Jumat (2/10). (Dzika Fajar/Radar Jogja)
MULAI LANGKA: Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih membeli sandal Daimatu Bowling dan Boyo saat berkunjung ke Pasar Argosari Jumat (2/10). (Dzika Fajar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Di tengah deretan sandal dengan model kekinian di Pasar Argosari, perhatian Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih justru tertuju pada sandal jadul. Dua pasang sandal lawas merek Daimatu Bowling dan Boyo akhirnya dibawa pulang setelah mengingatkannya pada masa lalu.

Endah membeli dua pasang sandal tersebut saat berkunjung ke Pasar Argosari Jumat (2/10). Dari empat pedagang sandal yang ditemui, hanya satu pedagang yang masih menjual sandal jadul tersebut.

Bagi Endah, kedua merek tersebut bukan sekadar alas kaki. Ada kenangan masa lalu yang melekat, ketika sandal tertentu dianggap sebagai bagian dari gaya hidup. “Dulu kalau punya ini tandanya cowok atau cewek berkelas,” kenangnya.

Baca Juga: Mobil Tabrak Pagar Pamedan Mangkunegaran Solo, Kondisinya Kini Miring

Sandal Daimatu Bowling menjadi salah satu yang menarik perhatiannya. Endah teringat pada daya tahan sandal tersebut yang menurutnya cukup kuat. Bahkan, gambar bowling yang menjadi ciri khasnya masih terlihat meski bagian alas sandal sudah menipis. “Sandal ini awet. Bahkan jika habis ininya (alasnya, Red), nanti gambar bowling-nya masih ada,” ujarnya.

Sementara sandal Boyo mengingatkan Endah pada salah satu merek sandal yang pernah populer. Ia bahkan masih mengingat iklan sandal tersebut yang dibintangi Nilla Sari. “Rocker idola kita,” katanya.

Baca Juga: Akibat Kabel Internet Ngelewer, Emak-Emak di Sragen Alami Patah Tulang Kaki

Salah seorang pedagang sandal di Pasar Argosari Safitri mengatakan, penjualan sandal di pasar saat ini tidak seramai dulu. Perubahan pola belanja masyarakat dan maraknya perdagangan daring ikut memengaruhi penjualan pedagang pasar. “Penjualan sandal sekarang sepi. Kalah sama online,” keluhnya. (cr1/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih sandal Boyo daimatu bowling boyo jadul