Cuaca Panas di Yogyakarta, Dinkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Siang Hari

Safinatun Najah • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:01 WIB
Anak-anak bermain bola saat cuaca cerah di RTH Flamboyan, Kricak, Tegalrejo, Kota Jogja, Aga Tirtana/Radar Jogja.
Anak-anak bermain bola saat cuaca cerah di RTH Flamboyan, Kricak, Tegalrejo, Kota Jogja, Aga Tirtana/Radar Jogja.

YOGYAKARTA – Cuaca panas masih terasa di Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik, terutama pada siang hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, mengatakan paparan sinar matahari terasa cukup menyengat ketika masyarakat beraktivitas di luar ruangan, khususnya mulai sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

Karena itu, masyarakat disarankan mengatur waktu kegiatan agar tidak terlalu lama berada di bawah paparan matahari langsung.

“Kalau bisa ya di bawah jam 10.00 atau di atas jam 15.00,” kata Lana, Selasa (6/10/2026).

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk Rabu (7/10/2026), suhu udara di wilayah DIY diperkirakan dapat mencapai 34 derajat Celsius. Kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan, dengan kelembapan udara berkisar 47–95 persen.

Baca Juga: Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga di Sukoharjo Ludes Terbakar

Dinkes Kota Yogyakarta mengingatkan kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia, agar lebih memperhatikan kondisi tubuh ketika beraktivitas di tengah cuaca panas.

Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan tubuh atau dehidrasi. Karena itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan atau ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas pada jam terik, perlindungan terhadap bagian tubuh yang terpapar sinar matahari juga perlu diperhatikan.

Perlindungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk wajah, tetapi juga bagian kulit lain yang terkena paparan matahari secara langsung.

Dinkes juga meminta masyarakat mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar lebih cepat, kram, mual, muntah, pusing, serta urine yang sedikit dan berwarna lebih pekat.

Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera mencari tempat yang lebih sejuk untuk mendinginkan tubuh dan memperbanyak minum air.

Jika keluhan tidak membaik atau kondisi semakin berat, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan di fasilitas kesehatan.

Selain memperbanyak minum, paparan langsung sinar matahari dapat dikurangi dengan menggunakan topi atau payung. Masyarakat juga dianjurkan mengenakan pakaian berbahan ringan dan longgar agar tubuh lebih nyaman saat cuaca panas.

Dinkes menyarankan masyarakat mencari tempat berteduh terutama sekitar pukul 11.00–15.00 WIB, ketika paparan panas matahari cenderung tinggi. Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 pada kulit yang tidak tertutup pakaian juga dapat menjadi salah satu langkah perlindungan.

Baca Juga: Pelajar Kepergok di Kos Saat Jam Sekolah, Satpol PP Pacitan Amankan Enam Orang

Cuaca panas juga perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas menggunakan kendaraan.

Dinkes Kota Yogyakarta mengingatkan agar masyarakat tidak meninggalkan siapa pun di dalam kendaraan yang sedang terparkir, baik dengan kondisi jendela terbuka maupun tertutup.

Langkah tersebut penting dilakukan untuk menghindari risiko paparan panas berlebih di dalam kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Dengan mengatur waktu aktivitas, mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan perlindungan dari sinar matahari, serta mengenali gejala akibat panas, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas dengan aman selama kondisi cuaca panas.

 

Editor : Bahana.
Dinkes Yogyakarta Yogyakarta BMKG kesehatan cuaca panas