RADAR PURWOREJO - Kapanewon Karangmojo di Kabupaten Gunung Kidul menyelenggarakan Kampanye PAUD Nonformal bertajuk "Pentingnya PAUD Nonformal Bekal Hidup Sepanjang Hayat Mewujudkan Bocah Pintar Gunungkidul” dalam rangkaian peringatan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Kantor Kapanewon Karangmojo, Kamis, (08/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Gunungkidul sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, jajaran Forkopimkap Karangmojo, serta sekitar 450 anak PAUD nonformal bersama orang tua dan pendamping.
Acara dibuka dengan penyampaian deklarasi dan komitmen bersama dan penandatanganan kesepakatan lintas sektor.
Baca Juga: Gerebek Sarang Narkoba Kampung Ambon dan Boncos di Jakarta, Polisi Kerahkan Tim Gabungan
Kegiatan ini kemudian dimeriahkan dengan berbagai lomba kreativitas anak, seperti mewarnai, menggunting, dan menempel gambar.
Ada pula pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Karangmojo 1 dan 2, serta pemotongan tumpeng memperingati ulang tahun HIMPAUDI.
Dalam acara tersebut, Suryantini selaku Ibu PAUD Kapanewon Karangmojo menyampaikan bahwa di Kapanewon Karangmojo saat ini terdapat 41 lembaga PAUD nonformal, dengan 30 lembaga memiliki kategori layak, 2 lembaga cukup layak, dan 9 lembaga belum layak.
Data tersebut juga menunjukkan kepemilikan tempat belajar sebanyak 85% berada di bawah naungan PKK atau kalurahan, sedangkan 15% dikelola oleh yayasan.
Baca Juga: Orang Indonesia sering Salah Kaprah, yang Benar Mahram atau Muhrim ya?
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), jumlah anak usia 1-4 tahun di Karangmojo mencapai 3.404 anak.
Namun, yang terdaftar di PAUD nonformal hanya 601 anak.
Sementara anak yang menempuh laur formal sebanyak 1.059 anak.
“Terdapat sekitar 1.554 anak atau 48,59% yang belum mengenyam pendidikan PAUD, terdiri dari 904 anak belum terdata dan 750 anak yang belum ditemukan, kemungkinan berada di perantauan atau penitipan di luar wilayah,” terang Suryantini.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kampanye PAUD Nonformal ini terus berjalan secara terintegrasi bersama lintas sektor, lurah, dan organisasi mitra untuk mendukung program prioritas Pemkab Gunungkidul, yaitu program Bocah Pinter.
Baca Juga: Siswa Sekolah Al-Hadid Cilegon Terpapar Gas Air Mata Pelatihan Dalmas Polres Setempat
Langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan golden age anak usia 1-6 tahun, yakni Ketika 80% otak anak berkembang sambal menanamkan nilai kemandirianm karakter, dan rasa cinta tanah air sejak diri.
“Masa usia dini adalah golden age atau masa emas yang tidak akan terulang. Apa yang kita tanamkan pada jiwa anak-anak hari ini akan menjadi fondasi nilai, pembentukan kepribadian, dan karakter mereka sepanjang hayat,” tegas Endah.
Endah juga menyampaikan bahwa Pemkab Gunungkidul fokus membangun kualitas masyarakat lewat program unggulan Bocah Pinter.
Program ini dibuat supaya pendidikan bisa merata dan tidak ada anak di Gunungkidul yang terlewat untuk mendapatkan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang layak.
Baca Juga: Komplotan Pencuri Tiang WiFi Dibongkar Polisi, Beraksi dari Wonogiri hingga Gunungkidul
Selain itu, Endah juga mengingatkan pentingnya peran ibu dan keluarga sebagai sekolah pertama untuk membentuk karakter anak.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Kampanye PAUD Nonformal oleh para orang tua dan tokoh masyarakat.
Mereka berjanji untuk terus mendampingi dan mendukung pendidikan anak usia dini yang aman, menyenangkan, dan penuh kasih sayang demi melahirkan anak-anak yang tangguh dan berkarakter.
Editor : Meitika Candra Lantiva