Warga RT 1 RW 2 Desa Wonotirto Harjiman mengaku, amblesnya jembatan sudah terjadi selama satu bulan. Karena membahayakan pengendara yang melintas, papan pengumuman turut dipasang. “Jembatan ini yang ambles bagian tengah. Karena pondasi dasar pilar penyangga ambles usai tergerus aliran sungai,” bebernya.
Dari hasil pantauan, Jembatan Cacaban merupakan akses terdekat Desa Wonotirto menuju Kota Kebumen. Jembatan ini, juga menghubungkan Desa Kebakalan dan Desa Peniron. Yang lebih memprihatinkan, jembatan menjadi akses utama para siswa SDN 2 Wonotirto dan SMKN Karanggayam.
Guru SMKN Karanggayam Ika Prasmawan mengaku khawatir saat anak didiknya yang berasal dari Karangsambung dan Sadang melewati Jembatan Cacaban untuk datang ke sekolah. Meski sudah ada larangan kendaraan roda empat melintas, namun hal itu tidak dipatuhi warga. “Sedangkan akses terdekat ke sekolah kami hanya lewat Jembatan Cacaban,” ungkapnya.
Wara Desa Wonotirto lainnya Hasan Marzuki membenarkan, saat dia sering menjumpai mobil melintas dan membawa beban berat lewat jembatan. Tidak jarang, dia meminta penumpang untuk turun saat mobil melewati jembatan. “Sering saya meminta angkutan yang membawa penumpang untuk turun. Terutama saat hujan, saya takutkan ambrol seperti yang terjadi di Sempor,” jelas Hasan saat ditemui di rumahnya.
Jembatan masih digunakan, lanjutnya, lantaran menjadi akses utama. Dari wilayah barat Sungai Lukulo. Terutama Desa Kebakalan menuju Pasar Wonotirto.
Terpisah, Kepala Desa Wonotirto Suradi mengakui kondisi Jembatan Cacaban yang amblas. Bahkan, dia menunjukan foto kondisi pilar penyangga jembatan yang amblas. “Monggo niku, Mas,” kata Suradi melalui pesan singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait adanya kondisi Jembatan Cacaban. (fur/eno) Editor : Administrator