Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Harga GKG Masih Stabil di Tengah Panen Raya

Administrator • Sabtu, 11 Maret 2023 | 17:50 WIB
PANEN : Petani Desa Lajer, Kebumen memulai panen raya padi musim tanam pertama.
PANEN : Petani Desa Lajer, Kebumen memulai panen raya padi musim tanam pertama.
KEBUMEN, Radar Kebumen - Harga Gabah Kering Giling atau GKG di tingkat petani cukup stabil akhir-akhir ini. Bahkan di beberapa tempat, harga justru cenderung naik.
Ketua Gapoktan Murah Rezeki Desa Kuwarasan, Samsirun mengatakan, selama musim panen raya ini belum terlihat ada fluktuasi harga yang cukup signifikan. Para petani juga belum merasakan penurunan harga, baik untuk komoditas gabah maupun beras. "GKG Rp 5.800 sampai Rp 6.000. Kalau kemarin-kemarin masih Rp 5.500 per kilogram," ungkapnya, Jumat (10/3).
Samsirun menerangkan, harga gabah di tingkat petani terus merangkak naik pasca pemerintah mencabut aturan batas atas pembelian gabah maupun beras. Dia menjelaskan, sebelum Badan Pangan Nasional mencabut surat edaran harga GKG Rp 5.700 per kilogram.
Dia memprediksi patokan harga gabah juga akan fleksibel, seiring dengan hadirnya kebijakan pemerintah. "Biasanya kami ikut pasok beras cadangan Bulog. Tinggal nunggu patokan harga baru aja," ungkapnya.
Sementara itu, seorang petani Desa Lajer, Kebumen Surati, 36, menyambut baik kondisi harga gabah saat ini. Menurutnya, patokan harga wajar merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan petani. "Kalau (gabah) masih diatas Rp 5.000 bagus. Maksudnya normal kalau harga segitu," jelasnya.
Surati menaruh harapan pemerintah bisa menjadi penengah atas stabilitas harga. Keberpihakan pemerintah menurutnya sangat dinanti kalangan petani, utamanya ketika musim panen raya tiba. "Biar stabil terus lah. Biasanya pas panen MT kedua anjlok," terangnya.
Terpisah, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen Fajar Rahmanto menyampaikan, jumlah sebaran lahan pertanian di Kebumen mencapai 60 ribu hektare. Sedangkan khusus komoditas pertanian padi sekitar 45 ribu hektare. Dari jumlah lahan tersebut, mampu menghasilkan produksi padi 450 ribu ton. "Hitungan nasional kami surplus. Bersyukur musim tanam selama ini bisa dua kali," jelasnya.
Fajar menegaskan, capaian panen padi di Kebumen pada tahun lalu mampu melebihi target nasional. Artinya hasil tahun lalu itu surplus untuk mencukupi kebutuhan daerah. Khusus tahun ini, dia optimis capaian itu akan terulang, dengan melihat iklim kemarau basah yang terbilang cukup mendukung capaian. "Kami termasuk lumbung pangan Jawa Tengah. Ya itu dari hasil capaian panen lumayan," paparnya. (fid/pra) Editor : Administrator
#gabah kebumen