Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Purnowati menyampaikan, TPID terdiri dari berbagai unsur, meliputi dinas di lingkungan Pemkab Kebumen hingga aparat penegak hukum. Tim ini akan bekerja sesuai proporsi dan tugas masing-masing. "Kami ada rapat awal dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan beberapa lain. Kami cek juga distribusi pasokan," katanya, Senin (13/3).
Purnowati mengatakan, TPID akan gencar turun ke lapangan selama bulan puasa hingga masa lebaran. Semua dilakukan guna memastikan pasokan kebutuhan pangan maupun kebutuhan lain. Dari hasil temuan lapangan, selanjutnya diakomodir sebagai bahan evaluasi maupun dasar tindak lanjut. "Istilahnya tim terpadu, bareng Satgas pangan. Personelnya ada dari kepolisian, kejaksaan dan TNI," ungkapnya.
Pantauan di Pasar Tumenggungan, harga sejumlah komoditas pangan mulai merangkak naik meski bulan puasa masih satu pekan lebih. Daging ayam ras misalnya, harga semula Rp 29 ribu, kini menjadi Rp 31 ribu per kilogram (kg).
Sedangkan harga beras jenis IR 64 juga ikut naik, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 11 ribu per kg. Selain itu, harga komoditas cabai juga terpantau ikut naik. Harga cabai merah besar kriting dari Rp 32 ribu menjadi Rp 37 ribu per kg.
Seorang pedagang sayur Nur Pujiati, 54, mengungkapkan, kenaikan harga kebutuhan rumah tangga terjadi sudah hampir sepekan. Menurutnya, fenomena kenaikan harga jelang Ramadan merupakan hal lumrah setiap tahun. "Wajar lah. Kebutuhan banyak tapi barang cuma segitu, ya otomatis harga naik," ungkapnya.
Dia memprediksi, kondisi harga kebutuhan pokok akan selalu fluktuatif sampai musim lebaran usai. "Cuma naik seribu, dua ribu. Pas mudik sama mau lebaran itu biasanya naik," jelas dia. (fid/pra)