Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jangan Panic Buying Jelang Ramadan

Administrator • Rabu, 15 Maret 2023 | 16:41 WIB
Keramaian Pasar Pagi di Stamplat Kol Kebumen. (M HAFIED/RADAR KEBUMEN)
Keramaian Pasar Pagi di Stamplat Kol Kebumen. (M HAFIED/RADAR KEBUMEN)
RADAR PURWOREJO - Masyarakat diminta tidak memborong barang kebutuhan pokok secara berlebih (panic buying) jelang Ramadan. Perilaku tersebut dianggap bisa mengganggu stabilitas pasokan maupun harga barang di pasaran.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kebumen Frans Haidar menegaskan, kecemasan masyarakat untuk berbelanja tidak sesuai kebutuhan bakal berdampak terhadap ketersediaan kebutuhan pokok. Sikap tersebut menurutnya tidak bisa dibenarkan, karena mempengaruhi angka inflasi. "Warga jangan panik. Ada suara kelangkaan ngerti-ngerti borong. Itu salah," ucapnya, Selasa (14/3).

Dia memastikan, stok barang kebutuhan pokok pada momentum Ramadan masih aman dan tercukupi. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan diimbau agar tetap belanja sesuai kebutuhan masing-masing. "Katakanlah belanja harusnya cukup 1 liter sebulan, tapi menghimpun sampai 5 bulan, otomatis ada masyarakat tidak kebagian," kata mantan Kepala Disperindag Kebumen itu.

Menurut Frans, fenomena kenaikan harga jelang Ramadahan adalah hal lumrah. Kondisi ini juga biasa terjadi ketika hari besar lain. Kenaikan harga tersebut dianggap sesuai rumus pasar, di mana kebutuhan meningkat, otomatis berpengaruh terhadap kondisi harga.

Dia menambahkan, beberapa langkah antisipasi juga telah dilakukan pemerintah daerah guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga. Seperti menggelar operasi pasar murah dengan menggandeng sejumlah instansi terkait. "Tinggal bagaimana pemerintah mendatangkan barang sesuai permintaan, maka kami mengandalkan Bulog," ungkapnya.

Selain itu, kerja sama lintas daerah akan terus dilakukan untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan. Pihaknya juga telah memetakan kerawanan jika terjadi lonjakan inflasi pada momentum Ramadhan maupun masa lebaran mendatang. "Kami saling mengisi antar wilayah, tapi biasanya kabupaten pegang rem sendiri-sendiri," sambungnya.

Frans menegaskan, tentang pentingnya peran masyarakat untuk ikut terlibat dalam hal pengawasan. Dia meminta masyarakat tidak takut melapor, manakala mengetahui oknum curang yang sengaja menimbun barang kebutuhan pokok. "Kalau ada cara curang silahkan laporkan ke kami atau ke kepolisian," tuturnya.
Pantauan di Pasar Tumenggungan, harga sejumlah komoditas pangan mulai merangkak naik meski bulan puasa masih satu pekan lebih. Daging ayam ras misalnya, harga semula Rp 29 ribu, kini menjadi Rp 31 ribu per kilogram (kg).

Sedangkan harga beras jenis IR 64 juga ikut naik, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 11 ribu per kg. Selain itu, harga komoditas cabai juga terpantau ikut naik. Harga cabai merah besar kriting dari Rp 32 ribu menjadi Rp 37 ribu per kg. "Cuma naik seribu, dua ribu. Pas mudik sama mau lebaran itu biasanya naik," kata pedagang Pasar Tumenggungan Nur Pujiati. (fid/bah)
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Administrator
#Ramadan #panic buying