Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 21.00. Dari hasil pemeriksaan, dua kelompok pelajar itu berasal dari SMK di Purworejo dan gabungan pelajar setingkat SMA di Kebumen.
"Ada dua kelompok pelajar saling kejar di Desa Purwodeso, Sruweng. Dua kelompok itu diduga akan melakukan tawuran. Lalu ada warga yang melihat membubarkan serta melaporkan ke Polsek Sruweng," jelas Kasi Humas Polres Kebumen AKP Heru Sanyoto, kemarin (10/5).
Peristiwa itu berawal dari kelompok pelajar Purworejo yang berhenti di salah satu SPBU di Kecamatan Sruweng. Mereka berhenti setelah melakukan perjalanan menggunakan truk dari Banyumas.
Tak lama kemudian, saat pelajar Purworejo melanjutkan perjalan ke arah timur, lalu bertemu dengan kelompok pelajar Kebumen. Kelompok ini berjumlah kurang lebih delapan orang dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa senjata tajam menyerupai parang.
Dari hasil pemeriksaan, aksi tawuran dipicu adanya perseteruan antar kedua kelompok melalui media sosial. "Kemungkinan aksi tawuran yang semula akan dilakukan dipicu dari sebuah postingan di group WA ataupun di media sosial," jelas AKP Heru.
Setelah diamankan, para pelajar tersebut langsung dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Polisi juga bakal melakukan pemanggilan terhadap pihak sekolah sekaligus para orang tua untuk pembinaan. (fid/bah) Editor : Administrator