Zein menyebut, setiap bulan rata-rata terjadi peningkatan 40-50 pelanggan. Jumlah tersebut terbilang cukup baik, atau sudah melebihi target yang ditentukan. Dan itu sudah bagus, karena target kami tahun ini bisa tambah 2.770 pelanggan baru," terangnya.
Dia menyebut, meski ada peningkatan jumlah pelanggan baru, pihaknya memastikan kelancaran distribusi air selama musim kemarau. Rangkaian persiapan dan antisipasi juga terus dilakukan secara berkala guna menghindari berbagai hambatan. Praktis tidak ada beban. Dilihat debit sumber air baku mencukupi. “Yang penting masyarakat sedia tandon aja. Antisipasi gangguan yang di luar perkiraan," sambungnya.
PDAM, telah memiliki strategi khusus agar produksi air tetap lancar. Sehingga pasokan tidak terkendala. Pihaknya pun menjamin selama musim kemarau tidak mempengaruhi kualitas air. Kekeringan kadang tidak bisa diprediksi. Pihaknya berusaha optimal supaya terlayani semua. Hampir dipastikan pipa tidak ada yang bocor. “Karena rutin di cek, kami runut pipa satu per satu," kata Zein.
Zein mengaku, saat ini PDAM belum bisa mencakup seluruh wilayah Kebumen. Alasannya lantaran terkendala faktor kondisi alam. Meski begitu pihaknya terus melakukan pemerataan di wilayah yang masih dapat dijangkau. Dia menyebut, jaringan PDAM saat ini sudah mampu melayani di 22 kecamatan, dengan jumlah pelanggan lebih dari 35 ribu. "Banyak perhitungan, khususnya di wilayah utara sebagian belum terdistribusi. Tapi sekarang masih ada pembangunan jaringan di Kecamatan Ambal, Mirit dan sebagian wilayah Buluspesantren," sebutnya.
Seorang pelanggan Firman Mualim mengaku cemas ketersediaan air bersih terhambat selama kemarau. Karena itu, dia meminta PDAM tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. "Ya kalau bisa jangan sampai kekurangan air. Sangat bingung, itu kan buat mandi, masak dan sebagainya," ujarnya.(fid/din) Editor : Administrator