Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Masyarakat Mulai Beralih ke Konsep Alam

Administrator • Sabtu, 29 Juli 2023 | 15:51 WIB
LARIS : Pengrajin serabut kelapa di Desa Rantewringin, Kecamatan Buluspesantren menerima banyak pesanan dari pasar dalam negeri maupun mancanegara.M Hafied/Radar Kebumen
LARIS : Pengrajin serabut kelapa di Desa Rantewringin, Kecamatan Buluspesantren menerima banyak pesanan dari pasar dalam negeri maupun mancanegara.M Hafied/Radar Kebumen
RADAR PURWOREJO – Produk kerajinan serabut kelapa khas Desa Rantewringin, Kecamatan Buluspesantren diminati pasar mancanegara. Berbagai jenis kerajinan dari limbah kelapa tersebut banyak dikirim ke Tiongkok daratan, Malaysia hingga Jepang.

Beberapa jenis kerajinan serabut kelapa yang banyak diminati meliputi berbagai hiasan interior rumah, perkakas hingga kebutuhan eksterior bangunan. "Kebetulan saya pelaku, sekarang berhenti karena kesibukan jadi lurah. Tapi pengepul masih tetap jalan. Setiap kirim paling tidak satu tronton penuh," kata Kepala Desa Rantewringin Sri Norma Cherani, Senin (24/7/23).

Menurut Norma, banyaknya permintaan kerajinan serabut kelapa tidak terlepas dari kesadaran masyarakat lokal maupun mencanegara yang memilih beralih ke konsep alam. "Dilihat segmen pasar sekarang cenderung pilih back to nature. Nah perajin sini otomatis ikut kecipratan rezeki," sambungnya.

Baca Juga: Seiring Kesadaran Masyarakat Beralih ke Konsep Alam, Melihat Potensi Serabut Kelapa Desa Rantewringin

Dia bersyukur banyaknya orderan dari lintas negara memberikan dampak positif bagi para perajin. Kondisi ini diharapkan dapat mewujudkan kemandirian serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. "Sudah mulai naik kelas. Dulu paling terima keset lantai. Sekarang dituntut penuhi permintaan biar nilai jual tinggi," terangnya.

Norma mengatakan, selain ekspor ke luar negeri, kerajinan serabut kelapa buatan warga juga rutin dikirim ke wilayah Kalimantan. Di sana, produk olahan serabut kelapa tersebut dibutuhkan untuk proses penambangan emas tradisional. "Sopir yang bawa itu cerita buat tambang emas. Jadi buat penyaring gitu. Sama untuk reklamasi area tambang," ungkapnya.

Norma menjelaskan, Desa Rantewringin merupakan salah satu sentra kerajinan serabut kelapa di Kebumen. Bahkan, kata dia, mayoritas atau hampir setiap perempuan usia produktif memiliki keahlian membuat kerajinan dari serabut kelapa. "Ya memang sudah turun temurun. Dari mbah saya. Misal lewat sini gitu, pasti lihat banyak ibu-ibu di depan rumah buat kerajinan," ungkapnya.

Baca Juga: Serabut Kelapa Bisa Jadi Tas Menawan

Sementara itu, seorang perajin, Endah Sunarti, mengungkapkan saat ini banyak menerima pesanan untuk kebutuhan hotel. Seperti keset, vas bunga dan berbagai ornamen interior lain. Harga yang ditawarkan pun cukup bervariatif, tergantung jenis dan ukuran. "Tinggal pesannya apa. Sekarang sih banyak buat penginapan. Pas musim bunga itu pot. Setiap hari ada yang pesan," terang perempuan 38 tahun itu. (pra)
MUSISI CILIK: Aksi panggung Rockkids saat Festival Mewarnai Bupati Cup digelar Jawa Pos Radar Bojonegoro, di alun-alun. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
MUSISI CILIK: Aksi panggung Rockkids saat Festival Mewarnai Bupati Cup digelar Jawa Pos Radar Bojonegoro, di alun-alun. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
BERBUAH PRESTASI: Plt Bupati Bangkalan Mohni berfoto bersama dengan Kepala DKBP3A Sudiyo di GOR Untung Suripati, Kota Pasuruan, seusai penyerahan penghargaan. (Prokopim Bangkalan Untuk JPRM)
BERBUAH PRESTASI: Plt Bupati Bangkalan Mohni berfoto bersama dengan Kepala DKBP3A Sudiyo di GOR Untung Suripati, Kota Pasuruan, seusai penyerahan penghargaan. (Prokopim Bangkalan Untuk JPRM)
Editor : Administrator
#kerajinan serabut kelapa